Kemarau Panjang Bikin Petani Cemas, 1.400 Hektare Lahan Parigi Moutong Terdampak Kekeringan

Sabtu, 22 Agu 2026, 22:30 WIB

PALU – Musim kemarau panjang menempatkan lahan pertanian dan ketersediaan air bersih dalam tekanan yang semakin besar.

Kekeringan tidak hanya berisiko menurunkan produktivitas dan pendapatan petani, tetapi juga dapat mengganggu pasokan pangan serta meningkatkan beban masyarakat untuk memperoleh air bersih.

Ket. Foto: Gambar udara lahan pertanian terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (21/8/2026). — Sumber: Percacu ANTARA/HO-Humas

Karena itu, penanganannya perlu menggabungkan distribusi air darurat dengan penguatan irigasi, konservasi sumber air, dan strategi budidaya yang lebih adaptif agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi krisis pangan dan sosial.

Sekitar 1.400 hektare (ha) lahan pertanian di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, terdampak kekeringan dan krisis air bersih menyusul musim kemarau panjang.

"Hujan tidak turun sejak pertengahan Juni 2026, sehingga ketersediaan dan debit air di sejumlah wilayah terus menurun hingga memicu kekeringan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong Asbudianto dalam keterangan di Palu, Jumat (21/8).

Ia menjelaskan bencana kekeringan tersebut tersebar di sembilan desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mepanga, Kecamatan Bolano Lambunu dan Kecamatan Tomini.

Sembilan desa terdampak meliputi Desa Kotaraya Induk, Kotaraya Barat, Kotaraya Timur, Kotaraya Selatan, Kotaraya Tenggara, Kayu Agung, dan Ogotion di Kecamatan Mepanga. Kemudian, Desa Anutapura di Kecamatan Bolano Lambunu serta Desa Ambesia Barat di Kecamatan Tomini.

Sektor pertanian menjadi wilayah paling terdampak akibat kemarau panjang. Di Kecamatan Mepanga, sawah seluas sekitar 100 hektare di Desa Kotaraya Induk, sekitar 100 hektare di Desa Kotaraya Barat, sekitar 400 hektare di Desa Kotaraya Timur, serta sekitar 100 hektare di Desa Kotaraya Tenggara mengalami kekeringan. Sementara itu, lahan pertanian di Desa Kotaraya Selatan seluas sekitar 200 hektare dan Desa Ogotion seluas sekitar 400 ha terancam mengalami gagal panen.

Selain lahan sawah, sektor perkebunan juga mengalami dampak serupa, meliputi sekitar 80 hektare di Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu serta sekitar 20 hektare di Desa Ambesia Barat, Kecamatan Tomini.

"Total luas area pertanian dan perkebunan yang terdampak mencapai kurang lebih 1.400 hektare," ungkapnya.

Tak hanya mengancam sektor pangan, kemarau panjang juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di Desa Kayu Agung, pasokan air bersih warga berkurang drastis akibat penurunan debit air pada sumber air utama.

"Debit sumber air utama di Desa Kayu Agung saat ini tinggal tersisa sekitar 25 persen dari kondisi normal, sehingga distribusi air bersih tidak maksimal. Di desa ini tercatat ada dua kepala keluarga yang sangat membutuhkan pasokan air bersih mendesak," ungkapnya.

Meski demikian, BPBD mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut. Untuk menangani dampak kekeringan yang kian meluas, Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (assessment), meninjau titik kekeringan, serta berkoordinasi erat dengan pemerintah desa setempat.

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga dan petani saat ini antara lain bantuan mesin pompa air (alkon), pembuatan sumur bor, serta penyaluran pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Maybank Marathon Targetkan Ajang Netral Karbon pada 2030

Edukasi dan Literasi Lingkungan pada Anak Usia Dini lewat Aksi Tanam Pohon

PLLA-LaSynPro Dorong Pendekatan Regeneratif dalam Estetika Medis Berbasis Bukti Ilmiah

Nama Besar Manchester United Hancur! Tim Promosi Hull City Tundukkan Setan Merah 2-0

Empat Remaja Terseret Ombak Saat Bermain di Pantai Tuturuga Minahasa

ASBANDA Dorong Simpeda Bertransformasi jadi Tabungan Digital yang Dekat dengan Masyarakat

Sandang Status UNESCO Media Arts, Malang Diminta Menekraf Buka Lapangan Kerja Inklusif

Indonesia Juara di Ajang FIFAe Continental Championship 2026 Asia

Indonesia Memborong Medali di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan

UMKM Tak Boleh Jalan di Tempat, BI Gandeng Generasi Muda Perluas Pasar

Demi Keselamatan, KAI Cirebon Benahi 30 Km Jalur Rel

Kemarau Panjang Bikin Petani Cemas, 1.400 Hektare Lahan Parigi Moutong Terdampak Kekeringan

Melon dari Bulak Peni, Manisnya Panen untuk Kemandirian Pangan Kulon Progo

Penumpang Diprediksi Membludak Saat Libur Maulid Nabi, KAI Palembang Tambah Gerbong Eksekutif

RUU Masyarakat Adat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat SORONG – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat

Pansus RUU Daerah Kepulauan Matangkan Skema Dana Khusus

Desa Pampang Bersolek dari Sisi SDM, Samarinda Kejar Lonjakan Wisatawan

Gen Z Sulit Cari Kerja, Ekraf Disiapkan Jadi Mesin Lapangan Kerja Baru

Jangan Sampai Krisis Pangan Saat Bencana, Bapanas Siapkan Rp1,2 Triliun

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.