Prancis Dilanda Gelombang Panas Terparah, 7.307 Kematian Berlebih Tercatat Sepanjang 2026

Kamis, 20 Agu 2026, 06:30 WIB

PARIS – Prancis mencatat lebih dari 7.300 kematian berlebih selama gelombang panas yang melanda negara tersebut sepanjang 2026, menurut otoritas kesehatan pada Rabu (19/8). Prancis juga mengalami jumlah hari dengan suhu tinggi terbanyak sejak pertengahan Juni, berdasarkan analisis AFP.

Prancis dilanda tiga gelombang panas musim panas secara beruntun, yakni selama 14 hari pada Juni, 16 hari pada Juli, serta gelombang panas lainnya yang berlangsung selama 22 hari sejak akhir Juli dan hingga 18 Agustus belum secara resmi dinyatakan berakhir.

Ket. Foto: Truk pemadam kebakaran terus berupaya untuk menahan kebakaran hutan akibat hembusan gelombang panas di dekat Bordeaux, Prancis, beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara

Secara keseluruhan, kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah Prancis—yang sebagian infrastrukturnya belum memadai untuk menghadapi cuaca panas dan penggunaan pendingin udara masih terbatas—mengalami 52 hari gelombang panas sejak pertengahan Juni, jumlah tertinggi yang pernah tercatat, berdasarkan analisis AFP.

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis, Santé Publique France, pada 19 Agustus mengatakan pihaknya mencatat 1.243 kematian lebih banyak dari biasanya selama periode 2-22 Juli.

Angka tersebut menambah 5.764 kematian berlebih yang tercatat pada 17-30 Juni serta 300 kematian yang sejauh ini teridentifikasi selama periode suhu tinggi pertama tahun ini pada akhir Mei. Dengan demikian, total kematian berlebih mencapai 7.307 orang.

Hampir tiga perempat dari kematian tambahan tersebut "menyangkut orang berusia 75 tahun ke atas", meskipun dampaknya juga terjadi pada "seluruh kelompok usia mulai 45 tahun ke atas", kata Kementerian Kesehatan Prancis.

Kematian tersebut berasal dari berbagai penyebab dan belum dapat secara pasti dikaitkan dengan gelombang panas, menurut badan kesehatan tersebut. Data final diperkirakan baru tersedia pada musim gugur.

Angka tersebut muncul ketika analisis AFP terhadap data badan meteorologi nasional Meteo-France menunjukkan bahwa jumlah hari gelombang panas pada 2026 jauh melampaui 33 hari pada 2022 dan 22 hari pada musim panas 2003, ketika gelombang panas mematikan melanda Prancis.

Sejak gelombang panas pertama dimulai pada 17 Juni, Prancis hanya mengalami dua periode jeda, masing-masing selama tiga dan delapan hari.

Di luar Prancis, Eropa Barat mengalami awal musim panas terpanas yang pernah tercatat, dengan gelombang panas berulang pada Juni dan Juli yang menyebabkan kekeringan meluas serta kebakaran hutan dahsyat yang diperparah oleh pemanasan global.

Suhu Ekstrem

Prancis mencatat lebih banyak hari gelombang panas pada 2026 dibandingkan tahun mana pun sejak pencatatan dimulai pada 1947.

Tahun 2022, yang sebelumnya menjadi tahun dengan kondisi paling menonjol, juga mengalami tiga gelombang panas terpisah. Namun, jika digabungkan, durasinya hampir 20 hari lebih singkat dibandingkan total durasi gelombang panas pada 2026.

Suhu ekstrem berkontribusi terhadap lebih dari 15.000 kematian di Prancis pada 2003. Namun, gelombang panas utama saat itu berlangsung sekitar dua minggu pada Agustus, setelah sebelumnya terjadi periode panas selama sepekan pada Juni.

Gelombang panas Agustus 2003 hingga kini masih menjadi yang paling parah berdasarkan indikator yang menggabungkan durasi dan intensitas panas.

Namun, 2026 mencatat rekor lain. Pada 24 dan 25 Juni, Prancis mengalami hari-hari dengan suhu rata-rata tertinggi yang pernah tercatat di daratan utama negara tersebut.

Menurut indikator suhu nasional yang menggabungkan suhu siang dan malam dari 30 stasiun cuaca rujukan, suhu mencapai 30 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2003.

Sementara itu, gelombang panas yang dimulai pada akhir Juli kini menjadi gelombang panas nasional terpanjang kedua yang pernah tercatat.

Dengan durasi 22 hari dan masih berlangsung, periode tersebut hanya terpaut satu hari dari gelombang panas selama 23 hari yang tercatat pada Juli 1983.

Lebih dari separuh dari 54 gelombang panas yang dialami Prancis sejak 1947 terjadi setelah 2010.

Meteo-France mendefinisikan gelombang panas nasional sebagai periode selama beberapa hari ketika suhu berada jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Gelombang panas dimulai ketika indikator suhu mencapai atau melampaui 25,3 derajat Celsius selama satu hari, sementara suhu rata-rata nasional tetap berada pada atau di atas 23,4 derajat Celsius selama sedikitnya tiga hari berturut-turut.

Gelombang panas berakhir ketika suhu turun di bawah 23,4 derajat Celsius selama setidaknya tiga hari berturut-turut atau turun sementara di bawah 22,4 derajat Celsius.

Sebagai contoh, periode cuaca yang tidak biasa panas pada Mei tidak cukup intens untuk memenuhi ambang batas yang ditetapkan Prancis sebagai gelombang panas.

  • Gelombang Panas Eropa

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.