Cincinnati Open: Cuaca Panas Hentikan Langkah Djokovic, Tirante Ukir Kemenangan Terbesar
📅 Senin, 17 Agu 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraCINCINNATI — Novak Djokovic kembali ke lapangan setelah lebih dari sebulan absen, tetapi comeback-nya di Cincinnati Open justru berakhir mengecewakan. Petenis Serbia itu harus mengakui keunggulan Thiago Agustin Tirante dalam pertarungan tiga set yang berlangsung di tengah panas dan kelembapan ekstrem.
Djokovic kalah 2-6, 6-4, 6-4 dari petenis Argentina tersebut dalam laga putaran kedua yang berlangsung selama 2 jam 44 menit, Minggu (16/8). Kondisi fisik menjadi persoalan besar bagi Djokovic, yang terlihat kesulitan menghadapi cuaca panas di Cincinnati.
Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi Djokovic di Cincinnati sejak 2019. Juara tiga kali turnamen tersebut juga baru kembali bertanding setelah terakhir kali tampil pada semifinal Wimbledon melawan Jannik Sinner lebih dari sebulan lalu.
Pada set pertama, Djokovic masih terlihat seperti pemain yang selama bertahun-tahun mendominasi turnamen besar. Ia bermain agresif, mampu mengontrol reli, dan merebut set pembuka 6-2 tanpa kesulitan berarti.
Namun, memasuki set kedua, situasi berubah.
Masalah fisik mulai terlihat ketika Djokovic harus menjalani gim ketiga yang berlangsung hampir 18 menit. Ia menghadapi empat break point dan sembilan kali deuce sebelum akhirnya mampu mempertahankan servis.
Di sela-sela pertukaran bola, Djokovic beberapa kali terlihat membungkuk untuk mengambil napas. Pada satu reli panjang, ia bahkan sampai bertumpu dengan kedua tangan dan lututnya di lapangan.
Setelah gim tersebut, Djokovic meminta medical timeout. Fisioterapis dan dokter turnamen kemudian masuk ke lapangan untuk memeriksa kondisinya. Handuk berisi es digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya.
Meski kondisi fisiknya menurun, Djokovic tetap berusaha bertahan. Ia bahkan menyelamatkan 13 dari 15 break point yang dihadapinya sepanjang pertandingan. Namun, Tirante terus memberikan tekanan dan akhirnya mendapatkan break penting pada gim ketujuh untuk mengamankan set kedua 6-4.
Djokovic sempat menemukan kembali energinya pada set penentuan. Pertandingan pun berjalan ketat hingga memasuki fase krusial.
Pada kedudukan 4-4, Djokovic kembali harus menyelamatkan tiga break point. Ia berhasil melewati tekanan tersebut, tetapi tidak mampu mengulanginya beberapa menit kemudian.
Pada gim kesembilan, Djokovic kembali menghadapi break point. Sebuah kesalahan ketika mencoba melakukan drop shot memberikan kesempatan keempat kepada Tirante. Kali ini, petenis Argentina itu tidak membuang peluang.
Tirante kemudian melakukan servis untuk pertandingan dan menutup laga tanpa kehilangan angka. Djokovic kembali gagal mengeksekusi drop shot pada match point, sekaligus memastikan kemenangan terbesar dalam karier Tirante.
"Saya pikir ini adalah kemenangan terbaik dalam karier saya," kata Tirante seusai pertandingan. Ia mengaku mampu mengendalikan ketegangan ketika harus menghadapi pemain sekaliber Djokovic.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!