Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kiai Asep Ingatkan Agar Muktamar Jombang Tidak Menjadi Ajang Perebutan Kepentingan Kelompok untuk Kuasai NU

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 19:27 WIB | Oleh:
Kiai Asep Ingatkan Agar Muktamar Jombang Tidak Menjadi Ajang Perebutan Kepentingan Kelompok untuk Kuasai NU Doc: Istimewa
Ket. Ketua Umum Jaringan Komunikasi Santri Nasional, KH Asep Saifuddin Chalim, mengingatkan agar Muktamar ke-35 tidak berubah menjadi arena perebutan kepentingan kelompok atau pertarungan untuk menguasai struktur organisasi.

SURABAYA – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan peringatan keras agar organisasi tidak keluar dari kendali para ulama.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya sekaligus Ketua Umum Jaringan Komunikasi Santri Nasional (JKSN) itu menegaskan, NU sejak awal merupakan organisasi yang lahir dari pesantren. Karena itu, arah dan kepemimpinannya tidak boleh ditentukan oleh kepentingan segelintir orang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Asep dalam diskusi publik bertema “Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan NU Abad II” yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) wartawan Grahadi bersama JKSN dan PMII Jawa Timur di Surabaya, Rabu (12/8).

Dalam forum yang digelar menjelang Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tersebut, Kiai Asep secara khusus menyoroti pentingnya mengembalikan posisi ulama sebagai pengendali utama organisasi.

Menurut dia, transformasi dan regenerasi NU memang tidak bisa dihindari untuk menghadapi tantangan abad kedua. Namun perubahan tersebut jangan sampai justru membuat NU kehilangan akar sejarahnya sebagai organisasi yang dibangun oleh ulama dan pesantren.

“NU harus dikendalikan oleh ulama. Jangan diatur oleh segelintir anak muda yang kemudian mengendalikan muktamar dengan kedzaliman-kedzaliman,” tegas Kiai Asep.

Pernyataan itu menjadi salah satu sorotan utama dalam diskusi. Kiai Asep mengingatkan agar Muktamar ke-35 tidak berubah menjadi arena perebutan kepentingan kelompok atau pertarungan untuk menguasai struktur organisasi.

Bagi dia, siapa pun yang terlibat dalam dinamika Muktamar harus memahami bahwa NU bukan kendaraan milik individu maupun kelompok tertentu.

NU, kata Kiai Asep, merupakan rumah besar pesantren. Karena itu, dominasi dan otoritas ulama, khususnya jajaran Syuriyah, harus tetap menjadi fondasi dalam menentukan arah organisasi.

Ia juga mengajak seluruh pihak kembali memahami sejarah berdirinya NU. Organisasi tersebut lahir dari perjuangan para ulama dan pesantren, dengan KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, serta sejumlah ulama lainnya sebagai tokoh penting dalam proses kelahirannya.

Karena itu, menurut Kiai Asep, persoalan kepemimpinan NU tidak semestinya hanya dilihat dari aspek pergantian jabatan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan kepemimpinan tetap berjalan sesuai nilai dan tujuan awal berdirinya organisasi.

Ia menilai NU memasuki abad kedua dengan tantangan yang jauh berbeda dibandingkan masa awal berdirinya. Jika dahulu perjuangan NU berkaitan erat dengan upaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini tantangannya adalah memastikan masyarakat benar-benar menikmati hasil kemerdekaan.

Pada titik inilah, transformasi NU diperlukan. Namun transformasi tersebut, menurut Kiai Asep, harus tetap berpijak pada dua fondasi besar, yakni perjuangan kebangsaan serta penguatan Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang inklusif dan menjunjung persatuan.

Pers Suarakan Pemikiran Ulama

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Pemkot Bandung Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit ISPA

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Tingkatkan K...

Disnaker Kota Bandung Gelar Virtual Job Fair

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disnaker Kota Bandung Gelar...
Advertisement
Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000   

Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.