Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kewaspadaan, Wamenkomdigi Soroti Ancaman Siber Akibat Komputasi Kuantum

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 03:50 WIB | Oleh:
Tingkatkan Kewaspadaan, Wamenkomdigi Soroti Ancaman Siber Akibat Komputasi Kuantum Doc: Antara foto/HO-Kemenkomdigi
Ket. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjadi pembicara dalam ITSEV Cyber dan AI Academy Grand Launching di Noble House, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/8).

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti ancaman siber baru dari perkembangan komputasi kuantum, termasuk praktik harvest now, decrypt later.

Dalam pola tersebut, pelaku tidak harus langsung membuka data yang dicuri, tetapi menyimpannya hingga tersedia teknologi yang mampu mendekripsi data tersebut.

"Ada data-data yang sudah mereka curi, mereka enggak bisa buka, karena sudah ada enkripsinya. Cuma data itu dia simpan, diambil," ujar Nezar dalam ITSEC Cyber & AI Academy Grand Launching di Jakarta Selatan, Senin (10/8).

  Menurut dia, pelaku siber dapat mencuri dan menyimpan data terenkripsi untuk dibuka pada masa mendatang jika kemampuan komputasi kuantum telah mampu memecahkan sistem enkripsi yang digunakan saat ini.

Menurut Nezar, ancaman tersebut mengubah cara pandang terhadap keamanan data. Perlindungan data tidak cukup hanya mengandalkan sistem kriptografi yang dirancang untuk menghadapi kemampuan komputasi saat ini.

Karena itu, ia menilai Indonesia perlu mulai menyiapkan sistem keamanan yang mampu menghadapi perkembangan teknologi kuantum.

"Kita juga harus bersiap-siap, terutama untuk keamanan data kita, untuk sistem kriptografi kita, itu adalah post-quantum cryptography," tegasnya.

Nezar mengatakan persiapan tersebut perlu dilakukan sejak sekarang karena data yang dicuri dan disimpan pelaku dapat tetap memiliki nilai pada masa mendatang.

Ia juga menilai pembangunan arsitektur digital perlu mempertimbangkan kemampuan teknologi yang belum sepenuhnya tersedia saat ini. Perubahan lanskap ancaman siber mendorong Kemkomdigi mengubah pendekatan dalam pembangunan sistem digital.

Pengalaman serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 pada Juni 2024 menjadi salah satu pelajaran bagi pemerintah dalam mengevaluasi arsitektur keamanan siber.

Salah satu perubahan pendekatan tersebut adalah menempatkan keamanan sejak tahap awal pembangunan sistem atau security by design.

Nezar menekankan aspek keamanan harus masuk dalam tahap perencanaan karena ancaman juga semakin kompleks seiring perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Menurut dia, AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan sekaligus melancarkan serangan siber.

Perkembangan agentic AI bahkan memungkinkan serangan dilakukan secara otomatis tanpa sepenuhnya bergantung pada peretas manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Dinas Pertanian Babel Inten...
Olahraga
Alwi Farhan Gagal Melanjutk...
Olahraga
Fajar/Fikri Memaksakan Gim ...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.