Tiongkok Pamer Formasi Mematikan: J-20 Kini Kawal Pengebom Nuklir Strategis H-6N

Minggu, 09 Agu 2026, 00:00 WIB

BEIJING - Tiongkok untuk pertama kalinya memperlihatkan secara terbuka pesawat tempur siluman J-20 menjalankan misi baru sebagai pengawal pesawat pengebom strategis H-6N yang dipersenjatai rudal balistik udara JL-1. Rekaman tersebut dirilis media pemerintah bertepatan dengan peringatan ke-99 berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), sekaligus menjadi sinyal bahwa Beijing terus memperkuat kemampuan penangkal nuklir berbasis udara.

Dalam video tersebut, J-20 tampak terbang berdampingan dengan H-6N, varian terbaru keluarga pembom H-6 yang telah dimodifikasi untuk membawa rudal balistik JL-1. Kehadiran J-20 sebagai pesawat pengawal menandai evolusi peran jet tempur generasi kelima tersebut, yang selama ini dikenal sebagai pesawat superioritas udara.

Ket. Foto: Ini sekaligus menunjukkan bahwa J-20 tidak lagi hanya diproyeksikan sebagai pesawat tempur untuk merebut dominasi udara, tetapi juga menjadi elemen penting dalam melindungi aset strategis Tiongkok saat menjalankan misi penangkal nuklir jarak jauh. — Sumber: Istimewa

Dari Military Watch Magazine, pengamat menilai J-20 memang sangat cocok menjalankan misi ini. Jet siluman tersebut memiliki radius tempur lebih dari 2.000 kilometer tanpa pengisian bahan bakar, salah satu yang terjauh di dunia. Jangkauan itu disebut jauh melampaui pesawat tempur Barat seperti F-22 Raptor maupun F-35 Lightning II.

Kemampuan tersebut semakin diperkuat oleh armada pesawat tanker YY-20 yang terus bertambah. Dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara, J-20 dapat mengawal H-6N hampir sepanjang rute penerbangannya, sekaligus memberikan perlindungan terhadap ancaman pesawat tempur lawan.

Selain memiliki daya jelajah yang lebih jauh, H-6N juga dibekali probe untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara. Fitur ini memungkinkan pesawat melaksanakan misi serangan strategis hingga jarak antarbenua, meski membawa rudal balistik berukuran besar yang menambah bobot dan hambatan aerodinamis.

Rudal JL-1 sendiri dipasang pada dudukan semi-tertanam di bagian bawah badan pesawat. Berbeda dengan rudal jelajah yang biasanya dipasang pada cantelan sayap, konfigurasi ini dirancang khusus untuk membawa satu rudal balistik berukuran besar.

Menurut berbagai perkiraan, JL-1 memiliki jangkauan sekitar 3.500 kilometer dan hingga kini menjadi satu-satunya rudal balistik jarak jauh yang diluncurkan dari udara yang telah beroperasi secara aktif. Dengan kombinasi jangkauan pesawat dan rudal tersebut, H-6N diyakini mampu menjangkau target hingga daratan Amerika Serikat sebagai bagian dari kemampuan penangkal nuklir Tiongkok.

Kemampuan ini melengkapi modernisasi besar-besaran yang dilakukan Beijing terhadap kekuatan nuklirnya, baik dari darat, laut, maupun udara. Peran H-6N dan JL-1 diperkirakan akan tetap menjadi tulang punggung komponen udara Tiongkok hingga pesawat pengebom siluman generasi berikutnya, H-20, mulai dioperasikan sekitar tahun 2030.

Rekaman terbaru ini sekaligus menunjukkan bahwa J-20 tidak lagi hanya diproyeksikan sebagai pesawat tempur untuk merebut dominasi udara, tetapi juga menjadi elemen penting dalam melindungi aset strategis Tiongkok saat menjalankan misi penangkal nuklir jarak jauh.

  • Jet Tempur J-20 Mighty Dragon

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.