Formula E Siapkan Rencana Cadangan, Seri Pembuka Pindah ke Meksiko Jika Balapan di Arab Saudi Batal

Jumat, 07 Agu 2026, 06:00 WIB

LONDON – Formula E menyiapkan skenario alternatif jika seri pembuka musim 2026-2027 di Jeddah, Arab Saudi, tidak dapat digelar akibat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, Chief Executive Officer (CEO) Formula E Jeff Dodds menegaskan pihaknya masih sangat yakin balapan di Jeddah tetap bisa berlangsung sesuai jadwal pada Desember mendatang.

Musim 2026-2027 akan menjadi era baru bagi Formula E dengan diperkenalkannya mobil generasi keempat (Gen4). Kalender sementara menempatkan dua balapan pembuka di Jeddah pada 18-19 Desember, sebelum kejuaraan berlanjut ke Mexico City pada 16 Januari.

Ket. Foto: Ilustrasi balapan Formula E. — Sumber: Formula E

Namun, ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat sejumlah ajang olahraga internasional mulai menyiapkan rencana darurat.

"Kami terus berkomunikasi secara rutin dengan pemerintah Arab Saudi dan tentu saja memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut," kata Dodds , Kamis (6/8), menjelang seri penentuan gelar Formula E di London pada 15-16 Agustus.

Menurut Dodds, kondisi keamanan masih sangat dinamis sehingga terlalu dini mengambil keputusan beberapa bulan sebelum balapan digelar. Namun, ia mengakui akan ada batas waktu tertentu ketika keputusan harus dibuat karena berkaitan dengan pengiriman mobil balap dan seluruh kebutuhan logistik.

"Secara pribadi saya memiliki keyakinan yang sangat tinggi bahwa balapan akan tetap berlangsung di Jeddah pada Desember."

Meski optimistis, Formula E telah menyiapkan opsi jika situasi berubah. Dodds menjelaskan bahwa apabila seluruh pihak menilai balapan di Arab Saudi tidak memungkinkan untuk digelar, maka seri pembuka tidak akan diganti dengan lokasi lain pada Desember.

Sebaliknya, musim baru akan langsung dimulai di Mexico City pada Januari. "Jika kami tidak bisa memulai musim di Arab Saudi pada Desember, maka musim akan dimulai pada Januari di Meksiko sesuai jadwal balapan berikutnya," ujar Dodds.

Formula E juga telah mencantumkan satu tanggal cadangan dalam kalender yang memungkinkan balapan Jeddah digeser ke waktu lain apabila kondisi telah membaik.

Kewaspadaan Formula E tidak lepas dari situasi keamanan yang masih belum stabil di kawasan Timur Tengah.

Sejak Juli lalu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran memberlakukan blokade terhadap jalur pelayaran di Laut Merah menuju Arab Saudi dan melancarkan sejumlah serangan terhadap kapal tanker. Kelompok tersebut menyebut langkah itu sebagai respons atas dugaan blokade Saudi terhadap Yaman, tuduhan yang dibantah pemerintah Riyadh.

Sementara itu, konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang meletus pada Februari turut meningkatkan ketidakpastian di kawasan. Iran melancarkan serangan balasan ke Israel serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Situasi tersebut juga memengaruhi kalender sejumlah kejuaraan balap dunia lainnya.

Formula 1 sebelumnya telah membatalkan seri Bahrain dan Arab Saudi yang semula dijadwalkan pada April akibat perang Iran. Seri Bahrain kemudian dipindahkan ke Malaysia dan dijadwalkan berlangsung pada Oktober.

CEO Formula 1 Stefano Domenicali mengatakan keputusan mengenai balapan penutup musim di Qatar dan Abu Dhabi akan diambil pada pertengahan September. Jika kedua balapan tersebut tidak dapat diselenggarakan, F1 berencana mengakhiri musim di salah satu sirkuit Eropa.

Hal serupa juga dilakukan World Rally Championship (WRC). Penyelenggara reli dunia itu masih menjadwalkan putaran Arab Saudi pada 11-14 November, tetapi akan mengevaluasi situasi keamanan pada pertengahan September sebelum memastikan balapan tetap berlangsung.

Sementara itu, Reli Dakar 2027 hingga kini tetap dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 1-15 Januari sebagai seri pembuka Kejuaraan Dunia Rally-Raid FIA, sebelum berlanjut ke Abu Dhabi Desert Challenge pada 21-26 Maret.

Dengan waktu sekitar empat bulan sebelum balapan di Jeddah, Formula E masih memilih bersikap optimistis. Namun, keberadaan rencana cadangan menunjukkan penyelenggara tidak ingin mengambil risiko apabila situasi keamanan di Timur Tengah memburuk menjelang dimulainya era baru Gen4.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.