Feskop Papua 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Kopi Unggulan Indonesia Timur

Jumat, 07 Agu 2026, 21:55 WIB

JAYAPURA – Penguatan sektor kopi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik dan global.

Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup perbaikan kualitas, hilirisasi, sertifikasi, branding, hingga pengembangan ekosistem bisnis yang melibatkan petani, UMKM, dan industri pengolahan.

Ket. Foto: Suasana pelaksanaan Festival Kopi Papua 2026 bertempat halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Jumat (7/8/2026). — Sumber: ANTARA/Qadri Pratiwi

Dengan rantai nilai yang lebih terintegrasi, sektor kopi berpotensi meningkatkan pendapatan petani, memperluas peluang ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menyebutkan penyelenggaraan Festival Kopi Papua (Feskop) ke-9 Tahun 2026 merupakan bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui penguatan sektor kopi sebagai komoditas unggulan Papua.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Warsono di Jayapura, Jumat (7/8), mengatakan pihaknya bakal terus memperkuat komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, percepatan transformasi digital, serta penguatan daya saing produk unggulan.

"Kopi saat ini bukan sekadar komoditas, melainkan warisan budaya sekaligus sumber penghidupan masyarakat yang memiliki potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," katanya.

Menurut Warsono, oleh sebab itu Festival Kopi Papua 2026 yang bertema "Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua" ini, menjadi wadah untuk mempertemukan petani, pelaku UMKM, roaster, barista, pelaku industri, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem kopi Papua yang semakin kuat dan berdaya saing.

"Pelaksanaan Feskop 2026 berlangsung dari 7-9 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan guna memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Dia menjelaskan berbagai kegiatan tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan barista, capacity building, UMKM ekspor, Tiba-Tiba Cupping, Barista Championship, business matching, seminar, pertunjukan budaya, hingga pameran produk UMKM kopi Papua.

"Dengan rangkaian kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring usaha, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi Papua," katanya.

Dia menambahkan untuk itu BI terus mendorong pelaku UMKM kopi binaan agar mampu menembus pasar internasional melalui partisipasi dalam berbagai pameran kopi berskala dunia, termasuk World of Coffee.

"Melalui Festival Kopi Papua, kami ingin memastikan kopi Papua semakin dikenal luas, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global," ujarnya.

  • Bantuan BI Papua
  • Festival Kopi Papua 2026

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.