Tiongkok Mulai Kenakan Pajak Baru pada Mobil Listrik, Hal Ini Penyebabnya!
Rabu, 29 Jul 2026, 06:47 WIBJAKARTA - Kendaraan elektrifikasi asal Tiongkok semakin banyak hadir di jalanan banyak negara, namun di negara asalnya, kekhawatiran terhadap bobot kendaraan yang terus meningkat mulai menjadi perhatian.
Laman Drive, Selasa (28/7) waktu setempat melaporkan, rata-rata bobot kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Tiongkok, termasuk plug-in hybrid, meningkat sebesar 27,5 persen, menurut seorang akademisi senior asal Tiongkok.
âBerdasarkan statistik data registrasi kendaraan bermotor, dari Januari hingga April 2026, rata-rata bobot kosong (curb weight) kendaraan penumpang energi baru di negara kami mencapai 1.939,3 kg, meningkat 27,5 persen dibandingkan 2020,â kata Zhou Wei dari China Automotive Strategy and Policy Research Center (CASPRC).
Pernyataan tersebut merupakan terjemahan dari laporan The Peopleâs Daily, surat kabar berbahasa Mandarin yang oleh University of Kent disebut sebagai media paling berpengaruh dan paling otoritatif di Tiongkok, serta dianggap sebagai corong pemerintah pusat Tiongkok.
Laporan itu menyebutkan bahwa peningkatan bobot kendaraan terutama disebabkan oleh besarnya ukuran baterai serta tingginya permintaan konsumen terhadap kendaraan yang lebih besar dengan jarak tempuh lebih jauh.
Laporan tersebut juga menyoroti kekhawatiran terkait meningkatnya konsumsi energi dan risiko keselamatan akibat kendaraan yang lebih berat.
Kendaraan yang lebih besar dan lebih berat dapat memengaruhi biaya pemeliharaan jalan serta keselamatan lalu lintas karena mempercepat kerusakan jalan dan berpotensi membuat kecelakaan menjadi lebih parah bagi pejalan kaki, pesepeda, maupun pengguna kendaraan yang lebih kecil.
Di China, istilah New Energy Vehicles (NEV) umum digunakan untuk mencakup tidak hanya kendaraan listrik berbasis baterai (battery-electric vehicle/BEV), tetapi juga kendaraan plug-in hybrid (PHEV) dan range-extended electric vehicle (REEV) yang sama-sama memiliki baterai serta tangki bahan bakar.
Menurut The Peopleâs Daily, mulai Januari 2027 kendaraan PHEV, REEV, serta kendaraan niaga listrik sepenuhnyaâyang dipahami sebagai truk dan bus, bukan pikapâakan dikenakan pajak kendaraan tahunan di Tiongkok.
Namun, mobil penumpang listrik murni untuk penggunaan keluarga tetap akan dibebaskan dari pajak kendaraan tahunan. Sementara itu, PHEV, REEV, kendaraan niaga listrik, dan mobil listrik keluarga tetap akan memperoleh diskon sebesar 50 persen untuk Vehicle Purchase Tax atau pajak pembelian kendaraan di Tiongkok.
Pengurangan insentif pajak kendaraan listrik tersebut disebabkan oleh masalah serius dalam pendanaan pemeliharaan jalan di Tiongkok. Infrastruktur jalan di negara itu didanai melalui pajak atas penjualan bahan bakar, yang seperti halnya di Australia, tidak dibayarkan oleh kendaraan listrik.
SUV PHEV dan REEV saat ini termasuk kendaraan bobot paling berat di jalanan Australia karena penggunaan mesin bensin konvensional sekaligus motor listrik dengan baterai berkapasitas besar menambah bobot kendaraan secara signifikan.
Submerek mewah BYD, Denza, baru-baru ini meluncurkan Denza B8 di Australia. Dengan sistem penggerak PHEV, kendaraan tersebut memiliki bobot lebih dari tiga ton. Di pasar Australia, hanya pikap asal Amerika Serikat yang dipasarkan oleh Ram dan Chevrolet yang masih memiliki bobot lebih berat. Ant
- Pajak Mobil Listrik
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.