Semua Berhak Tinggal di Jakarta, Tak Boleh Ada Klaim Pemilik 

Selasa, 28 Jul 2026, 12:29 WIB

JAKARTA – Tak ada yang secara khusus memiliki Jakarta. Jakarta milik semua. Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta terbuka bagi siapa saja dan tidak ada permasalahan dengan etnisitas.

“Jakarta adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Saya tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: jakarta milik semua — Sumber: ist

Menurut dia, bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7) itu merupakan realitas yang terjadi di Jakarta, di tengah keberagaman masyarakatnya.

Dia pun meminta kepada seluruh pihak agar menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin.

“Saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri, dan kita menyelesaikan dengan kepala dingin. Mudah-mudahan, Jakarta tetap aman, nyaman,” ujar Pramono.

Seperti diketahui, bentrokan yang melibatkan sekelompok orang dan warga itu mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor terbakar. Satu orang diketahui meninggal dunia dan satu orang lainnya kritis akibat kejadian tersebut.

Setelah bentrokan tersebut, warga Kelurahan Pegangsaan bersama dengan perwakilan keluarga korban bentrokan bersepakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam dua perkara yang mengakibatkan bentrokan di Jalan Tambak.

Ketujuh tersangka itu terdiri dari empat orang dalam perkara perusakan gerobak pedagang dan tiga orang dalam perkara pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. 

  • Jakarta Penuh Warna

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.