Terbesar di Asia Tenggara! Potensi Wisata Kebugaran Indonesia Bikin Kemenpar 'Tancap Gas'
Minggu, 26 Jul 2026, 19:04 WIBJAKARTA -Â Kementerian Pariwisata memperkuat strategi daya saing pariwisata nasional dengan mengembangkan ekosistem usaha wisata kebugaran (wellness tourism) secara berkelanjutan, Minggu (26/7).
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata berusaha mewujudkan ekosistem usaha wisata kebugaran yang bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
"Kementerian Pariwisata saat ini memberikan perhatian besar pada pengembangan ekosistem usaha wisata wellness sebagai salah satu strategi untuk memperkuat daya saing pariwisata," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Minggu,
Upaya pengembangan ekosistem usaha wisata kebugaran yang dilakukan mencakup peningkatan destinasi, standar pelayanan, inovasi produk, investasi, promosi, dan kapasitas sumber daya manusia.
Kementerian Pariwisata meyakini wisata kebugaran bisa menjadi salah satu penggerak utama usaha pariwisata berkualitas.
Para pengguna layanan wisata kebugaran tidak hanya mengunjungi destinasi wisata, tetapi ingin merasakan pengalaman mengesankan selama berwisata.
Mereka bisa tinggal lebih lama di tempat wisata, dan karenanya berpeluang membelanjakan lebih banyak uang.
"Wisata kebugaran atau wellness tourism mempunyai peranan penting dalam sektor pariwisata, karena sebagai unsur utama dalam mendukung sport tourism, selain event, adventure tourism, dan experience atau integrated area tourism," kata Nia.
Nia menyampaikan bahwa kontribusi wisata kebugaran terhadap kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,35 persen menurut data International Visitor Arrivals by Tourism Activities Undertaken While in Indonesia tahun 2024.
Sementara itu, laporan Global Wellness Institute (GWI) menyebut industri wisata kebugarandunia pada 2024 berpotensi memberikan dampak ekonomi 6,8 triliun dolar AS dan dampak ekonominya diproyeksikan meningkat jadi 9,75 triliun dolar AS pada 2029.âââââââ
Laporan GWI tahun 2024 juga menyebut Indonesia sebagai negara wellness economy terbesar di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi mencapai 55,77 miliar dolar AS.
Nia menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata utamanya menyasar wisatawan milenial dan Gen Z dalam mempromosikan layanan pariwisata.
Istilah Gen Y atau Milenial digunakan untuk menyebut generasi yang lahir tahun 1981 hingga 1996, sedangkan Gen Z digunakan untuk menyebut orang-orang yang lahir tahun 1997 sampai 2012.
Menurut survei American Express Travel yang dimuat dalam Indonesia Tourism Outlook 2025 dan 2026, wisatawan dari kalangan milenial dan Gen Z diproyeksikan semakin aktif melakukan perjalanan domestik maupun internasional.
"Motivasinya tidak hanya mengunjungi destinasi tetapi juga untuk memperoleh pengalaman baru, menghadiri events, serta menikmati aktivitas olahraga dan kebugaran," kata Nia.
- pariwisata Indonesia
- kementerian pariwisata
- Wellness Tourism
- wisata kebugaran
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
PBB Ungkap Ancaman Mengerikan di Wilayah Pesisir: Risikonya Bisa Naik 10 Kali Lipat
-
Kehilangan Peluang Mengakhiri Set Pertama Saat Unggul 18-13, Amri/Nita Gagal Raih Emas
-
Perjalanan Religi dan Wisata Budaya Warnai Tren Wisatawan Indonesia
-
Revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Ditargetkan Selesai 2026 dan Mulai Berlaku 2027
-
Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar
-
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Ini Cara Daftarnya
-
Hari Ini, Presiden Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru Saat Peringatan HUT ke-81 TNI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.