Menekraf Sebut Gelaran FHI 2026 Jadi Ajang Akselerasi Ekspor Jenama Lokal Agar Bisa Bersaing di Pasar Global
Selasa, 21 Jul 2026, 14:20 WIBJAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan penyelenggaraan Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2026 menjadi ajang akselerasi ekspor jenama lokal melalui pembinaan agar bisa bersaing di pasar global.
Riefky mengatakan prospek di bidang kuliner dan keramahtamahan cukup besar terutama di negara sesama regional Asia dan dengan diaspora Indonesia di luar negeri.
âKami melihat prospeknya sangat bagus, terutama paling tidak kita bisa masuk negara-negara regional. Karena taste-nya hampir sama seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, itu kita bisa masuk. Kedua, masuk ke negara-negara yang diaspora Indonesia juga banyak, bisa menjadi ambasador kita untuk mempopulerkan dari produk-produk kita,â kata Riefky ketika ditemui media di acara FHI 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).
Riefky mengatakan akselerasi ekspor jenama Indonesia perlu dibarengi dengan pendampingan untuk bisa menjangkau pasar internasional dengan pemahaman terkait regulasi negara tujuan, akses pendanaan, perizinan, termasuk peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan segmen yang dituju.
Melalui pameran FHI 2026 yang berlangsung di Riefky mengatakan tidak hanya menargetkan investasi namun juga agar bisa mempertahankan kualitas produk di industri bisnis yang semakin besar.
âTiap binaan pasti beda-beda kelebihan dan tantangan dan dukungan yang diharapkan, tapi kita menyesuaikan karena memang pendekatannya juga lain-lain, setiap binaan itu punya strength, weakness, opportunity, treat-nya masing-masing,â katanya.
Riefky mengatakan FHI menjadi platform bertemunya para jenama lokal baik dari industri restoran, kafe, hotel dengan ekosistem bisnis termasuk Business to Business (B2B) maupun Business to Consumer (B2C).
Dalam gelaran FHI 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 21-24 Juli 2026, Kemenekraf turut serta dalam memberikan lokasi tempat binaan program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) melalui empat jenama pelaku kuliner untuk membuka pasar yang lebih luas.
Salah satu pelaku usaha kuliner binaan Kemenekraf yang ikut dalam gelaran FHI 2026 adalah Elâs Coffee. Kepala Pemasaran dan Operasi PT Sari Alami Elâs Coffee Group Zulfadli mengatakan penyelenggaraan FHI dapat membuka kesempatan kuliner lokal memenuhi kebutuhan pasar hotel, kafe dan restoran internasional sekaligus memperkenalkan kualitas dari Indonesia.
Ia mengatakan Elâs Coffee membidik pasar Tiongkok yang sudah hampir satu tahun ini menggunakan biji kopi dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri food dan hospitality di sana.
âMenurut kami, kami sudah cukup puas untuk bisa menjembatani kebutuhan mereka yang sebelumnya kita mereplace dari Vietnam dan Malaysia dan saat ini mereka full fill menggunakan kopi dari Robusta Lampung,â kata Zulfadli.
Ia berharap Kemenekraf dapat lebih menjembatani pegiat ekraf masuk dalam industri yang sesuai kebutuhan dan dapat menjaga pasar konsumen yang semakin variatif khususnya pada industri kopi.
- Pasar Global
- Menekraf
- Jenama Lokal
- FHI 2026
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
GIAMM: Tembus 100 Negara & USD 7 Miliar! Industri Komponen Otomotif RI Makin Kokoh di Rantai Pasok Global
-
Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Begal yang Viral di Medsos
-
Kemajuan Rudal Hipersonik Tiongkok Paksa AS Percepat Sistem Pertahanan Golden Dome
-
AS Konfirmasi Timnas Iran Kantongi Visa untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Menekraf Dorong Pembenahan Sistem Royalti Musik Nasional
-
Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia
-
Nekat Panjat dan Masuk Kandang Punch si Monyet Viral, Dua Warga AS Didenda Segini!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.