Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Perairan Sultra Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi 19-22 Juli 2026.

📅 Senin, 20 Jul 2026, 14:10 WIB | Oleh:
BMKG: Perairan Sultra Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi 19-22 Juli 2026. Doc: Antara Foto
Ket. Gelombang di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlaku pada 19-22 Juli 2026. 

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari Zaenuddin saat dihubungi di Kendari, Senin, mengatakan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 25 knot. 

"Kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 25 knot atau setara 6 Skala Beaufort yang terjadi di wilayah Laut Banda Timur Wakatobi," kata Zaenuddin.  

Dia menyebutkan berdasarkan rincian peringatan dini BMKG, potensi gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpeluang terjadi di sepuluh titik perairan strategis Sultra, antara lain Laut Labengki, Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Perairan Wakatobi Bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.  

Ia menyampaikan untuk kondisi tersebut, pihaknya mengeluarkan saran keselamatan pelayaran guna mengantisipasi risiko kecelakaan di laut, khususnya bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.

"Para nelayan yang menggunakan perahu tradisional diimbau agar waspada apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, bagi operator kapal tongkang diharapkan berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,5 meter.  

"Kami mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta penyedia jasa pelayaran untuk terus memperbarui informasi perkembangan kondisi cuaca maritim dan tinggi gelombang secara berkala melalui kanal resmi layanan informasi BMKG Maritim Kendari," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.