Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Palembang Mengubah Jembatan Amprera Jadi Catwalk Dadakan

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Warga Palembang Mengubah Jembatan Amprera Jadi Catwalk Dadakan Doc: ist
Ket. hari kebaya

PALEMBANG – Sungguh meriah pelaksanaan parade busana di Jembatan Ampera yang seakan berubah dadakan menjadi catwalk. Seribuan warga Kota Palembang, Sumatera Selatan meramaikan parade busana kebaya di Jembatan Ampera dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026.

Pantauan ANTARA di lapangan pada Minggu (19/7) terlihat ribuan perempuan mengenakan kebaya anggun yang dipadukan kain songket khas Palembang berjalan beriringan dari Jembatan Ampera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) yang dimulai pukul 06.30 WIB.

Lenggak-lenggok para peserta yang gemulai berhasil memikat perhatian warga yang menyaksikan di sepanjang rute parade.

Beragam motif dan warna kebaya yang dikenakan para peserta menambah semarak suasana yang dihadiri masyarakat Kota Palembang dalam kegiatan digelar bersamaan dengan momentum Car Free Day (CFD).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro di Palembang mengatakan bahwa parade tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta dari kaum perempuan yang menggunakan kebaya dipadukan secara fleksibel dengan kain songket modern serta gaya hidup kasual anak muda masa kini.

"Gerakan berkebaya berjalan kaki dari Jembatan Ampera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Kota Palembang ini secara nyata memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan," katanya.

Ia menekankan bahwa esensi dari Hari Kebaya Nasional bukan sekedar berjalan mengenakan pakaian adat, melainkan sebuah gerakan ekonomi yang masif.

"Dari kebaya ini kita telah mengangkat seluruh UMKM Indonesia. Mulai dari selop, kain ganding, hingga jasa MUA. Saya sendiri bersanggul dan berdandan subuh-subuh menggunakan berbagai aksesori," ujarnya.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Nannie Hadi Tjahjanto yang hadir langsung dalam kegiatan itu menyampaikan rasa bangganya dapat menyaksikan parade kebaya dan songket yang berhasil mencatatkan rekor MURI tersebut.

"Ini suatu kebanggaan buat saya tersendiri yang mana kebaya sudah dikenalkan di UNESCO. Tentu kita sebagai generasi penerus harus melestarikannya," ungkap Nannie.

Menurutnya, Parade Kebaya Songket Pesona Perempuan Indonesia yang digelar di Kota Palembang tersebut lebih dari sekedar selebrasi.

Parade di Palembang ini ditargetkan untuk mencatatkan Rekor MURI dalam kategori perempuan berkebaya dengan kain songket terbanyak.

Langkah ini sekaligus menjadi strategi wilayah untuk mengangkat Jembatan Ampera sebagai ikon pariwisata Sumatera Selatan ke tingkat internasional.

Nannie juga memuji langkah konkret Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, BKOW, Dekranasda, serta jajaran pimpinan daerah yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam memadupadankan kebaya dengan kain songket yang dinilai membuat tampilan busana tradisional tersebut menjadi jauh lebih cantik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.