Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Prajurit AS Tewas oleh Serangan Iran di Yordania

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 05:57 WIB | Oleh:
Dua Prajurit AS Tewas oleh Serangan Iran di Yordania Doc: Istimewa
Ket. AS dan Iran telah meningkatkan serangan dalam seminggu terakhir, memicu kekhawatiran akan kembalinya perang skala penuh di seluruh wilayah tersebut.

AMMAN - Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa dua anggota militer tewas dan empat lainnya dievakuasi secara medis menyusul serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran di Yordania. 

Dari Al Jazeera, dalam pernyataan yang dibagikan pada hari Sabtu, Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengatakan bahwa satu anggota militer masih hilang setelah serangan Iran pada hari Jumat.

“Pada 17 Juli, dua anggota militer AS di Yordania tewas dalam tugas ketika Komando Pusat AS (CENTCOM) dan pasukan mitra melakukan pertahanan terhadap serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran. Selain itu, satu anggota militer saat ini dinyatakan hilang dalam tugas,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

“Empat anggota militer Amerika dievakuasi secara medis ke rumah sakit di Yordania. Mereka telah dipulangkan. Personel lain yang diperiksa karena cedera ringan telah kembali bertugas.”

“Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga, CENTCOM akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas para prajurit yang gugur, hingga 24 jam setelah keluarga terdekat diberitahu.”

Pernyataan tersebut tampaknya merupakan konfirmasi pertama AS mengenai korban jiwa akibat serangan Iran yang kembali dilancarkan terhadap pasukan AS, menyusul runtuhnya nota kesepahaman (MoU) yang untuk sementara menghentikan pertempuran antara AS dan Israel, serta Iran.

Para pengamat telah menyaksikan peningkatan serangan antara pasukan Iran dan AS dengan kekhawatiran yang semakin besar, memperingatkan bahwa orang-orang di seluruh wilayah akan menderita jika perang kembali terjadi.

AS telah menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pabrik desalinasi.

Pasukan Iran juga dilaporkan telah menyerang infrastruktur energi dan fasilitas desalinasi, sumber air utama, di negara-negara Teluk yang menjadi tempat bermarkasnya pasukan militer AS.

Para ahli hukum mengatakan bahwa serangan-serangan semacam itu oleh kedua belah pihak melanggar hukum internasional.

Ketua Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam serangan Iran baru-baru ini terhadap Yordania, Kuwait, dan Bahrain sebagai "kejahatan perang" dan "eskalasi yang sangat berbahaya", dengan mengatakan bahwa serangan tersebut termasuk penargetan infrastruktur sipil.

Namun, tampaknya tidak ada pihak yang berminat untuk mundur.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengecam serangan AS dalam sebuah pernyataan yang dibagikan pada hari Sabtu, mengatakan bahwa serangan tersebut membuktikan bahwa tanda tangan Presiden AS Donald Trump "tidak berharga dan tidak sah".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Tari Jaipong Harus Dilestar...

Persebaya Tak Remehkan PSS Sleman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persebaya Tak Remehkan PSS ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.