Prabowo Minta Aparatur Negara Introspeksi: Jangan Melawan Kehendak Rakyat
Jumat, 10 Jul 2026, 19:35 WIBJakarta â Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara, mulai dari birokrasi, kementerian, lembaga, TNI, Polri, hingga kejaksaan, untuk melakukan introspeksi dan membenahi diri dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Kepada aparat negara, kepada petugas-petugas negara yang ada di pemerintahan, yang ada di birokrasi, di setiap kementerian, di setiap lembaga, marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri," kata Prabowo.
Presiden menegaskan dirinya tidak ingin lagi melihat ke belakang, tetapi meminta seluruh jajaran pemerintahan memperbaiki diri dan tidak melawan kehendak rakyat.
Menurut Prabowo, masyarakat menginginkan pemerintahan yang bersih serta tidak lagi mentoleransi praktik korupsi maupun berbagai bentuk penipuan.
"Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri. Jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa seluruh aparatur negara merupakan pelayan masyarakat. Karena itu, jabatan, atribut, hingga fasilitas yang digunakan berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
"Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi," ujarnya.
Presiden kemudian menegaskan bahwa seluruh aparatur negara harus selalu mengingat sumber amanah yang mereka emban.
"Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga. Kau juga milik rakyat," kata Prabowo.
Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan berbagai capaian pemerintah dalam waktu singkat tidak lepas dari tantangan, termasuk perlawanan dari pihak-pihak yang disebutnya sebagai koruptor.
Meski demikian, Prabowo menegaskan penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi harus tetap dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan tanpa membedakan kedudukan, kekuasaan, maupun latar belakang ekonomi seseorang.
"Kadang-kadang saya hadapi maling-maling koruptor itu rasanya... tapi harus sesuai prosedur hukum. Kita laksanakan, kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua, bukan hanya untuk orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan rakyat melalui pembenahan birokrasi serta penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.
- Presiden Prabowo Subianto
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
6 Jenis Minuman yang Baik untuk Kesehatan Ginjal, dari Teh Hitam hingga Kefir
-
Sapu Bersih Sarang Narkoba! 24Orang Diangkut dari Kampung Ambon dan Boncos
-
Lapas Amurang Beri Warga Binaan Keterampilan Budi Daya Ayam Petelur
-
Presiden Prabowo Hari ini Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun di Halmahera Tengah
-
Prabowo Minta Pemadaman Karhutla Diprioritaskan di Taman Nasional Tanjung Puting, Ini Alasannya
-
Harga Pertalite Eceran di Gorontalo Utara Capai Rp16.650 Per Liter
-
Arab Saudi Diam-Diam Hentikan Proyek Stadion NEOM untuk Piala Dunia 2034
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.