Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Murka Perangkat Pertandingan Diancam, Pierluigi Collina Pasang Badan Pasca-Laga Argentina vs Mesir

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 18:25 WIB | Oleh:
Murka Perangkat Pertandingan Diancam, Pierluigi Collina Pasang Badan Pasca-Laga Argentina vs Mesir Doc: ANTARA/Fauzan/
Ket. Pesepak bola DRX World Legends Alessandro Del Piero (tengah) bersama Franck Ribery (kanan) memberikan bola kepada wasit Pierluigi Collina (kiri) saat jeda pertandingan melawan Barcelona Legends pada Clash of Legends di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Barcelona Legends menang dengan skor 3-0.

JAKARTA - Ketua Komite Perwasitan FIFA Pierluigi Collina menegaskan bahwa seluruh keputusan krusial yang diambil wasit Francois Letexier dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir telah sepenuhnya tepat dan sesuai dengan regulasi, Kamis (9/7). 

Dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis, Collina menilai Letexier sudah mengambil keputusan yang tepat pada beberapa kejadian yang terjadi pada pertandingan tersebut.

Collina menegaskan setiap keputusan yang diambil wasit pada sebuah pertandingan, terutama sebuah gol sudah melalui peninjauan panjang dan ia mengambil contoh ketika gol penyerang Mesir Mostafa Zico bisa dianulir.

Sosok berkebangsaan Italia tersebut menjelaskan tidak ada batasan yang ditentukan mengenai jarak dari gawang atau durasi antara insiden dan gol.

"Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir di mana pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, jelas menginjak kaki pemain nomor 6 Argentina, Lisandro Martínez," jelas Collina.

"Kami berpendapat bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut tampak 'jelas' atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi," sambung dia.

Collina juga mengambil contoh bagaimana keputusan wasit Letexier sudah tepat mengenai tidak menganggap Mohamed Salah dilanggar di kotak penalti sebelum terjadinya gol ketiga Argentina pada laga itu.

Dirinya menilai hal tersebut tidak dapat dinilai sebagai pelanggaran sebab Julian Alvarez mengenai bola terlebih dahulu sebelum melakukan kontak dengan Mohamed Salah.

"Sekali lagi, contoh kejadian ini terlihat di akhir pertandingan yang sama; wasit dan VAR menilai kontak fisik antara pemain nomor punggung 10 Mesir, Mohamed Salah, dan pemain nomor punggung 9 Argentina, Julián Alvarez, sebagai kontak yang wajar dalam permainan sepak bola," ungkap Collina.

Collina melanjutkan selalu ada subjektivitas dalam beberapa keputusan, akan tetapi dirinya cukup senang bagaimana prinsip-prinsip utama dapat diterapkan dalam turnamen Piala Dunia 2026.

Selanjutnya Collina tidak melarang orang untuk melakukan diskusi konstruktif mengenai keputusan dari wasit, namun ia menentang hal-hal yang sudah melalui batas kewajaran.

"Tentu saja, diskusi yang membangun mengenai keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, namun tuduhan tak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita," tegas Collina.

"Tidak ada seorang pun yang boleh mempertanyakan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA. Hal semacam itu dapat memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Ini adalah hal yang tidak dibenarkan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.