ESDM Optimalkan Potensi Energi Surya 3.294 GW demi Perluasan Akses Listrik Nasional

Kamis, 09 Jul 2026, 16:27 WIB

Jakarta - Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna mengatakan pemerintah mendorong penggunaan energi bersih dari tenaga surya yang berpotensi besar menyediakan pasokan listrik di Indonesia dan bisa menjangkau wilayah terpencil.

“Kalau kita melihat potensinya juga sangat-sangat besar, untuk energi surya sendiri ini ada kurang lebih di angka 3.294 gigawatt kalau misal kita bangkitkan, disusul kemudian oleh angin, kemudian air laut, bioenergi, panas dan juga panas bumi,” kata Andriah dalam media briefing Indonesia Solar Summit 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (9/7).

Ket. Foto: Tangkapan layar Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna dalam media briefing Indonesia Solar Summit 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (9/7). — Sumber: Antara

Andriah mengatakan potensi energi terbarukan terutama energi surya di Indonesia diperkirakan mencapai 3.294 Gigawatt, namun, hingga 2026 energi surya baru dimanfaatkan sekitar 1,6 gigawatt sementara energi terbarukan yang paling banyak dimanfaatkan adalah tenaga air sekitar 7,6 gigawatt.

Di wilayah timur, seperti Papua Selatan memiliki rasio elektrifikasi melalui jaringan PLN sekitar 77,16 persen, namun rasio elektrifikasi nasional dari sistem di luar jaringan PLN, seperti PLTS individual di angka 99,79 persen.

“Jadi memang di beberapa wilayah juga kita mempunyai program untuk bisa meningkatkan akses energi bagi masyarakat yang ada di wilayah-wilayah terpencil dengan membangun energi surya, yang paling gampang itu karena tadi memang potensinya juga cukup banyak itu adalah energi surya,” katanya.

Andriah mengatakan beberapa strategi dilakukan pemerintah untuk mendorong tersedianya listrik bagi wilayah yang jauh dari jaringan PLN melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) individual dengan baterai.

Andriah menjelaskan PLTS dengan baterai dilakukan untuk memastikan listrik tetap tersedia pada malam hari untuk melistriki rumah warga setelah PLTS menyerap energi dari sinar matahari di siang hari. Selain itu pemerintah juga secara bertahap menyediakan program bantuan pasang baru listrik atau BPBL untuk rumah tangga tidak mampu yang belum berlistrik.

Ini juga menjawab beberapa tantangan pengembangan pasokan listrik dengan energi surya diantaranya pasokan listrik yang belum selalu tersedia selama 24 jam, dan di beberapa daerah masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel.

“Jadi untuk wilayah-wilayah yang memang tidak memungkinkan untuk kita menarik jaringan maka kita kembangkan PLTS komunal, demikian juga untuk tahun 2027 hingga tahun 2029 secara bertahap kita mencoba menggerus 10.068 lokasi itu secara bertahap untuk kemudian semua mudah-mudahan bisa kita listriki,” katanya.

Pemerintah terus berupaya mewujudkan pemerataan akses dan layanan listrik di seluruh Indonesia yang andal selama 24 jam pada 2029.

Berdasarkan pendataan tahun 2025, masih terdapat sekitar 10.068 lokasi yang belum berlistrik, terdiri atas 5.758 desa dan 4.310 dusun yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Oleh karena itu, Program Listrik Perdesaan menjadi salah satu Program Strategis Nasional dari Presiden yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM untuk memperluas akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

2 Jembatan Besar di Flores Rusak Parah, Menteri PU: Harus Selesai September & Tahan Gempa

Jangan Asal Pakai AI! Wamenkomdigi Soroti Risiko di Sektor Keuangan

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pekerja Informal Lewat 3R

Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel

Sabtu, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hanya Buka di Depok, Tangerang dan Bekasi

Kemenpar Pasang Target Besar: Dieng Culture Festival Harus Bikin Wisata RI Makin Mendunia

Harga Emas Antam pada Sabtu (29/8) Anjlok Rp48.000 Menjadi Rp2,670 Juta/Gr

Dinas Pertanian Sumatera Selatan Sosialisasi Juknis Penyaluran Pupuk Subsidi ke Penyuluh

Terdata Desil 9, BPS Perbarui Data Warga Kulon Progo Timbul Jadi Desil 3

Komit Lestarikan Lingkungan, PT Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya

Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah

Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu Perkuat Tracing TB melalui Program CKG

Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal

Mulai Hari Ini, Draf PPHN Bisa Diakses Publik di Laman Resmi MPR RI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta: Ada Pertunjukan Tari Balet di TIM hingga Pameran Wastra Nusantara di Museum Tekstil

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Siap Salurkan Beras SPHP dan Minyakita

Pemprov Sumut Terus Antisipasi Lonjakan Harga Daging Ayam Ras Tembus Rp50.000/Kg

Pameran Antropologi dan Fotografi Malangan Hadir di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta, Catat Tanggalnya!

Pergelangan Kaki Bermasalah, Carlos Baleba Harus Absen Tiga Pekan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.