BPOM Kembangkan Vaksin mRNA DBD
Kamis, 09 Jul 2026, 15:45 WIBJAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan Indonesia tengah mengembangkan vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) untuk penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyebut vaksin mRNA dengue berpotensi menjadi vaksin pertama di dunia yang dikembangkan khusus untuk mencegah penyakit DBD.
âKami bertekad mengembangkan vaksin mRNA dengue hingga menjadi yang pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah. Kami (BPOM) akan mengoptimalkan seluruh kemampuan agar Indonesia mencatat sejarah melalui inovasi vaksin tersebut,â kata Taruna Ikrar saat konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Rabun (8/7).
Taruna menjelaskan, peluncuran prototipe vaksin mRNA dengue merupakan langkah awal dalam proses panjang pengembangan vaksin. Tahapan selanjutnya masih mencakup pengujian laboratorium, uji praklinis, hingga uji klinis sebelum dapat digunakan masyarakat.
âLibatkan BPOM sejak awal pengembangan vaksin agar keamanan, khasiat, dan mutunya dapat dipastikan secara menyeluruh. Jangan menunggu Badan POM hanya menjadi tukang stempel di akhir proses,â ucap Taruna.
Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut pengembangan vaksin mRNA dengue melibatkan kolaborasi berbagai lembaga riset, perguruan tinggi, dan industri. Kolaborasi itu mencakup Universitas Indonesia, Tsinghua University, Etana, BRIN, BPOM, serta LPDP.
âPengembangan vaksin mRNA dengue melibatkan kolaborasi lintas lembaga, termasuk UI, Tsinghua University, BRIN, BPOM, Etana, dan LPDP. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat lahirnya vaksin dengue karya anak bangsa,â kata Menkes Budi.
Direktur Fasilitas Riset LPDP, Ayom Widipaminto, menambahkan, LPDP turut mendukung pendanaan riset vaksin tersebut sebesar Rp7 miliar. Sementara perusahaan farmasi Etana mengalokasikan Rp9 miliar sehingga total pendanaan mencapai Rp16 miliar.
âLPDP Rp7 miliar, Etana Rp9 miliar. Jadi Rp16 miliar didedikasikan untuk pembelian prototipe dan pelaksanaan uji klinis,â ujar Ayom.
Pengembangan vaksin mRNA dengue diharapkan memperkuat kemandirian industri vaksin nasional. Sekaligus mempercepat pengendalian DBD melalui inovasi teknologi kesehatan Indonesia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Presale Tiket Avengers: Doomsday Mulai Salip Spider-Man: Brand New Day, Diproyeksikan Tembus US$100 Juta
-
7 Makanan yang Dapat Membantu Redakan Perut Kembung Menurut Dokter Ahli
-
Jelang Laga Persija vs Persib Sore Ini, Simak Prediksi Pertandingan & Susunan Pemain
-
BPOM Segel Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto: Omzet Rp9 Miliar per Tahun
-
Target ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia
-
Kanada Terus Berunding dengan AS Guna Bendung Tarif Dagang
-
Tambang Emas Ilegal di Kangkuro Sigi Jadi Sorotan, Bupati: Sudah Ditutup Dua Kali tapi Dibuka Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.