Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tindak Perdagangan Orang Rawan Terjadi di Kepri

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 01:32 WIB | Oleh:
Tindak Perdagangan Orang Rawan Terjadi di Kepri Doc: ist
Ket. banayk kasus tppo

BATAM – Sadar sering menjadi jalur penyelundupan perdagangan orang, maka Pemprov Kepri terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan melalui penguatan sinergi lintas sektor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Misni menyebutkan upaya itu salah satunya dibuktikan melalui pembentukan Gugus Tugas TPPO guna melindungi masyarakat dari ancaman perdagangan orang, apalagi posisi geografis wilayah ini sangat strategis sekaligus rentan menjadi jalur keluar-masuk korban perdagangan orang.

"Kepri merupakan daerah kepulauan dan perbatasan yang memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi, sehingga kita harus semakin waspada dan memperkuat koordinasi dalam mencegah sekaligus menangani kasus TPPO secara efektif," kata Misni saat membuka rapat evaluasi pelaksanaan enam sub Gugus Tugas TPPO semester I/2026 di Aula Wan Seri Beni Dompak, Tanjungpinang, Selasa.

Misni menyebut rapat evaluasi ini menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai capaian, tantangan, serta merumuskan solusi yang akan memperkuat kinerja enam sub gugus tugas ke depan.

Menurutnya, keberhasilan penanganan TPPO hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga menjelaskan keenam sub Gugus Tugas TPPO tersebut meliputi sub gugus tugas pencegahan yang berfokus pada penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat.

Lalu, sub gugus tugas rehabilitasi kesehatan yang memberikan layanan pemulihan fisik bagi korban, kemudian sub gugus tugas rehabilitasi sosial yang menangani pemulihan psikologis, trauma healing, dan konseling.

Berikutnya, sub gugus tugas pemulangan dan reintegrasi sosial yang memfasilitasi pemulangan korban ke daerah asal, selanjutnya sub gugus tugas penegakan hukum yang melibatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan, serta sub gugus tugas pengembangan norma hukum dan kerja sama.

Misni turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus perdagangan orang.

"Mari bersama-sama mencegah TPPO. Jangan mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan maupun beasiswa ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris II Gugus Tugas TPPO Kepri Kombes Pol Taswin menilai rapat evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat efektivitas kerja Gugus Tugas TPPO.

Ia berharap hasil evaluasi itu dapat memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus meningkatkan efektivitas upaya pencegahan dan penanganan TPPO di wilayah Kepri.

Dia juga memaparkan hingga tahun 2026 tercatat 181 kasus perlindungan perempuan yang ditangani di Kepri, dengan 51 di antaranya merupakan kasus TPPO.

Sementara dari 332 kasus perlindungan anak yang ditangani, sebanyak 16 kasus merupakan kasus TPPO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Banjir Rob Mengintai Pesisi...

TNI dan ADF Gelar Latihan Operasi Amfibi

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
TNI dan ADF Gelar Latihan O...
Daerah
Eksplorasi Mata Air dari Su...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.