Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Desa di Karawang Mengalami Kesulitan Air Bersih

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Desa di Karawang Mengalami Kesulitan Air Bersih Doc: Antara
Ket. Warga menerima pendistribusian air bersih di Karawang.

Karawang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebutkan tiga desa mengalami kesulitan air bersih dampak dari musim kemarau.

Berdasarkan catatan BPBD Karawang, Selasa, musim kemarau hingga pekan pertama Juli 2026 telah berdampak di tiga desa wilayah Kecamatan Tegalwaru dan Ciampel.

"Sebanyak 3.428 jiwa dari 1.228 keluarga di tiga desa, yakni Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru serta Desa Kutamekar dan Mulyasejati, Kecamatan Ciampel mengalami kesulitan air bersih," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram.

Ferry menyampaikan bahwa sebagai langkah penanganan daerah terdampak kemarau, Pemkab Karawang melalui BPBD hingga saat ini telah menyalurkan 75.000 liter air bersih ke daerah terdampak.

Pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak dilakukan secara bertahap sejak awal Juni 2026, berdasarkan laporan dari masyarakat atau laporan yang disampaikan pemerintah desa.

"Sampai saat ini kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa terdampak masih dapat dipenuhi melalui kolaborasi BPBD dengan Perumdam Tirta Tarum Karawang," katanya.

BPBD Karawang terus melakukan pemantauan melalui petugas yang berada di daerah terdampak, guna memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Langkah pemantauan itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi kemungkinan meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

BPBD Karawang mengingatkan warga agar mulai menghemat penggunaan air bersih di tengah ancaman kekeringan pada musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau pada tahun ini terjadi pada Juli hingga September, dengan puncaknya diprakirakan pada Agustus.

Musim kemarau tahun ini secara umum diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.