Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Ambon Percepat Pengembangan Smart City Berbasis AI dan Satu Data.

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 11:30 WIB | Oleh:
Pemkot Ambon Percepat Pengembangan Smart City Berbasis AI dan Satu Data. Doc: Antara Foto
Ket. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mempercepat pengembangan konsep kota cerdas (Smart City) berbasis teknologi dan data melalui penguatan sistem Satu Data Ambon, integrasi layanan digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat.

Wali Kota Ambon Bodewin M. melalui keterangan tertulis di Ambon, Rabu, menyatakan percepatan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah Kota Ambon meraih nilai 3,6 dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan hasil evaluasi yang diterbitkan Kemkomdigi melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital menempatkan Kota Ambon memperoleh nilai akhir 3,6 berdasarkan penilaian terhadap enam dimensi utama kota cerdas, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik.

Bodewin mengatakan berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sejumlah layanan seperti Pusat Kendali Kota berbasis AI, layanan Call Center 112, hingga program WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat) menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Ia menambahkan identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO juga menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan Smart City yang dipadukan dengan Rencana Induk Kota Cerdas Tahun 2025–2029.

Selain mencatat kemajuan, hasil evaluasi nasional juga menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah indikator pembangunan daerah. Tingkat kemiskinan terus menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi, layanan kesehatan semakin terdigitalisasi melalui e-Puskesmas yang terintegrasi dengan platform SATUSEHAT, serta pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui berbagai inovasi.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Ambon akan memfokuskan pembenahan pada sejumlah aspek yang masih menjadi tantangan, sekaligus mempercepat transformasi digital secara menyeluruh.

“Kami menerima seluruh masukan tersebut sebagai bahan perbaikan. Tantangan seperti pengelolaan sampah, penguatan tata kelola keuangan daerah, peningkatan integrasi sistem digital, hingga pengembangan sumber daya manusia akan menjadi prioritas utama untuk terus dibenahi,” tegasnya.

Untuk mendukung langkah itu, pemerintah akan mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon agar seluruh layanan pemerintahan saling terintegrasi dan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Pemanfaatan teknologi AI juga akan diperluas ke sektor pelayanan publik, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga mitigasi bencana.

“Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ambon akan semakin maju menjadi kota yang cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.

Dalam Evaluasi Implementasi Kota Cerdas Tahun 2025, Kota Ambon menjadi satu dari 10 ibu kota provinsi yang dinilai secara nasional. Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi Nomor B-121/DJTPD/AI.01.02/05/2026 tertanggal 12 Mei 2026, Ambon meraih nilai akhir 3,6 dengan rincian Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, dan Emerging Technology 4.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.