Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Melinda Aksa Kenalkan Program Makassar Menuju Bebas Sampah 2029 di APEKSI 2026.

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 11:25 WIB | Oleh:
Melinda Aksa Kenalkan Program Makassar Menuju Bebas Sampah 2029 di APEKSI 2026. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua PKK Makassar Melinda Aksa saat menjadi pembicara dalam Program kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan, memaparkan program Makassar Menuju Bebas Sampah 2029, Rabu (1/7).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Melinda Aksa yang menjadi pembicara pada Ladies Program kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan, Sumatera Utara, memaparkan Program Makassar Menuju Bebas Sampah 2029.

Melinda Aksa melalui keterangannya diterima di Makassar, Rabu, menjelaskan pengelolaan sampah di Kota Makassar dilakukan melalui pendekatan menyeluruh dari hulu hingga ke hilir.

"Kalau di hulu masyarakat belum mampu memilah sampah dan mengubah kebiasaan, maka TPA (Tempat Pemprosesan Akhir) akan terus terbebani oleh sampah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi berakhir di sana. Karena itu perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah," ujarnya.

Menurut Melinda, perubahan harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama TP PKK terus memperkuat pelibatan masyarakat melalui edukasi langsung hingga tingkat RT dan RW. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.

Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK Kota Makassar juga menyelaraskan berbagai program kerjanya untuk mendukung gerakan tersebut. Salah satunya melalui sinergi dengan Pokja Bunda PAUD yang membawa edukasi pengelolaan sampah kepada anak-anak dan keluarga, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini.

Selain itu edukasi pengelolaan sampah juga diintegrasikan dalam berbagai program PKK, seperti PKK Goes to School, PKK Borong Mangan, hingga Program Hatinya PKK yang dikembangkan oleh Pokja III.

Melalui program tersebut, sampah organik hasil pemilahan masyarakat diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan pada kebun-kebun Hatinya PKK.

Hasil panen dari kebun tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan maupun dipasarkan oleh kader PKK, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengurangi timbulan sampah.

"Pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika sampah diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk kebun, lalu hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka di situlah tercipta gerakan yang berkelanjutan," ucapnya.

Melalui forum nasional tersebut, Melinda berharap praktik baik yang dijalankan Kota Makassar dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antarkota dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga sebagai titik awal perubahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.