Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes: Ratusan Warga Tercatat Mengidap ISPA akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Dinkes: Ratusan Warga Tercatat Mengidap ISPA akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Doc: Dokumentasi BNPB Tangerang

JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi tersebut diakibatkan karena adanya paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, Banten.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan merupakan balita, dan ibu hamil. Adapun kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

"Tadi kebetulan ada satu kasus tadi ada ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit. Selain hamil, ada gangguan pernapasan, jadi kita rujuk ke rumah sakit," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu (1/7) malam.

Untuk menangani warga terdampak, Dinkes telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 25 tenaga medis juga diterjunkan dan disiagakan selama 25 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Di lapangan itu ada lebih kurang 25 personel. Dan itu akan bergantian nanti jaga malam pun kalau ada yang kebetulan ada masyarakat yang mengungsi," kata dia.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinkes, kata Henda, dampak asap kebakaran hingga kini paling banyak dirasakan di tiga kecamatan. Yaitu di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.

Meski demikian, Dinkes telah menginstruksikan seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya untuk mengantisipasi perubahan arah angin yang berpotensi memperluas sebaran asap.

Modifikasi cuaca di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang sulit dilakukan karena adanya potensi pertumbuhan awan diprakirakan masih rendah. Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto.

"Sampai beberapa hari ke depan peluangnya masih kecil. Sehingga dilakukan upaya lain untuk pemadaman di lokasi," kata dia.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil monitoring kondisi dinamika atmosfer, potensi hujan masih rendah dalam beberapa hari ke depan. Namun, kondisi tersebut akan terus dipantau secara rutin setiap hari.

Modifikasi cuaca, kata dia, dapat dilakukan jika potensi pertumbuhan awan meningkat dan memungkinkan untuk operasi. "Alternatifnya dengan cara lain melalui penyiraman secara konvensional dan bombing dari helikopter," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.