Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realisasi Retribusi Persampahan Baru 30 Persen, Dinas LH Semarang Minta Pelaku Usaha Taati Retribusi Sampah

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Realisasi Retribusi Persampahan Baru 30 Persen, Dinas LH Semarang Minta Pelaku Usaha Taati Retribusi Sampah Doc: antara foto
Ket. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Semarang Anggie Ardhitia di Semarang, Jateng, Jumat (26/6).

SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), meminta kalangan pelaku usaha menaati pembayaran retribusi sampah.
"Untuk target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi persampahan di 2026 ini sekitar Rp54 miliar," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Semarang Anggie Ardhitia di Semarang, Jateng, Jumat (26/6).
Menurut dia, realisasi retribusi persampahan sampai Juni 2026 belum mencapai 30 persen, tetapi pihaknya akan terus menggenjot dengan berbagai upaya.
"Nah, ini berarti kan harapannya kita harus gas terus. Tapi, kalau kita sanding dengan tahun kemarin, Alhamdulillah kita memang ada peningkatan," katanya, tanpa merinci nominal.
Ia menyebutkan salah satu upaya yang dilakukan adalah pendekatan secara masif kepada para pelaku usaha atau niaga tersebut agar menaati pembayaran retribusi persampahan.
Diharapkan, kata dia, seluruh pelaku usaha di Kota Semarang bisa menaati pembayaran sampah, seiring dengan potensi usaha hotel dan restoran (horeka) yang sangat besar.
"Berdasarkan dari horeka saja, kita (data) sudah ada ribuan objek. Kami akan upayakan terkait dengan mereka harus bisa masuk ke registrasi persampahan," katanya.
Sebab, kata dia, bagaimanapun juga mereka adalah sumber dari timbulan sampah sebagai dampak dari usaha yang dilakukan, sehingga mereka harus berpartisipasi dalam retribusi persampahan.
Ia menyebutkan bahwa retribusi persampahan yang harus dibayarkan pelaku usaha berbeda-berbeda bergantung skala usahanya, misalnya hotel berbintang diberikan tarif dasar Rp700 ribu per bulan.
"Hotel berbintang itu sudah jelas ada aturan bahwa ada tarif dasar Rp700 ribu per bulan, kemudian biaya pengangkutan Rp70 ribu per meter kubik," katanya.
Ia menyebutkan bahwa kapasitas satu kontainer penuh adalah 6 meter kubik sehingga bisa dikalikan ongkos pengangkutannya adalah Rp420 ribu.
"Nah, memang itu yang harus kita kejar dan kita target, kita berupaya jangan sampai ada personel-personel di lapangan yang ikut bermain. Kami pastikan dari DLH apabila ada yang bermain pasti akan sikapi dengan tegas," katanya.
Apalagi, kata dia, pembayaran retribusi persampahan saat ini sudah bersifat nontunai untuk mencegah kebocoran anggaran.
Sedangkan, untuk retribusi persampahan bagi kalangan rumah tangga, ia menyebutkan Rp4.000 yang ditagihkan sekalian dengan pembayaran PDAM Kota Semarang.
"Kalau untuk rumah tangga, kami bekerja sama dengan PDAM. Memang kecil karena kita sesuaikan juga dengan timbulan sampahnya," katanya.
Namun, ia juga meminta bagi kalangan rumah tangga yang ternyata memiliki usaha juga untuk menyesuaikan besaran retribusinya dengan segmen niaga.
"Karena sekarang banyak rumah tangga yang beralih fungsi. Dia memang sebagai rumah tangga tapi ternyata buka kafe kecil di situ. Kalau sudah beralih begitu berarti mau enggak mau bukan rumah tangga lagi tapi sudah menjadi niaga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Nasional
Optimalkan Talenta Indonesi...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.