Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes.

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 18:53 WIB | Oleh:
Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes. Doc: Istimewa
Ket. (Ki-ka): CEO Ruang Amal, Slamet, Kepala Cabang PNM Tegal, Sutanto, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KC Pekalongan, Agus Suyana, Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Arif Syaefudin, Perwakilan PNM Pusat, Kiki Aulia Rachman, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KCP Tegal, Maulana Rizki.

Kesempatan hidup mandiri dan memperoleh pekerjaan layak masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Padahal, mereka memiliki potensi sama untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, tingkat partisipasi kerja penyandang disabilitas masih relatif rendah. Begitu juga Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang mencatat, baru 702 penyandang disabilitas mendapatkan penempatan kerja melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada 2023. 

Salah satu akar masalahnya adalah baru terdapat ULD di 28 provinsi atau 73,7 persen dari total 38 provinsi hingga saat ini. Untuk level kabupaten/kota, bahkan baru 179 ULD atau 34,82 persen dari total 514 kabupaten/kota. Karena itu, masih banyak disabilitas yang memiliki keterampilan tapi terbentur minimnya akses pelatihan dan kesempatan kerja formal. Keterbatasan itulah yang ditengarai menjadi salah satu faktor penghambat kemandirian ekonomi mereka.

Untuk menjawab tantangan itu, PT Bank Mandiri Taspen dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal terus melakukan berbagai upaya pemberdayaan untuk membuka akses yang lebih setara. Semangat inilah yang menjadi landasan penyelenggaraan Program Vokasi Disabilitas yang digelar di Gedung Islamic Center Brebes dalam sepekan ke depan. 

Program ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama kedua perusahaan pelat merah dalam memperluas kesempatan bagi kelompok rentan agar mereka mandiri secara ekonomi. Itu dilakukan dengan pelatihan keterampilan yang relevan sehingga dapat memberikan peluang kerja yang lebih baik. 

Salah satu tujuan pelatihan skill vokasi ini adalah agar penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima bantuan tapi juga dapat penghasilan sendiri baik melalui kerja formal maupun wirausaha mandiri. 

Tujuan lainnya sebagai jembatan supply-demand kerja di mana  Bank Mandiri Taspen dan PNM menjadi perantara. Dari sisi supply, adalah melatih disabilitas sampai kompeten dan tersertifikasi. Sedangkan dari sisi demand, menghubungkan disabilitas ke perusahaan garmen atau alas kaki yang membutuhkan operator. 

Semua itu selaras dengan misi ‘perantaraan kerja’ yang menjadi fungsi ULD Kemnaker sekaligus mendukung ekosistem pendidikan inklusif. Dari sisi Bank Mandiri Taspen dan PNM, program ini merupakan upaya nyata dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja, seperti kolaborasi yang telah terjalin sejauh ini antara Bank Mandiri Taspen dengan Universitas Gadjah Mada(UGM).

Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Selama sepekan, para peserta mendapatkan pembekalan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. 

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Cabang Pekalongan, Agus Suyana mengatakan, skema pelatihan tersebut sengaja dipilih mengingat industri alas kaki di Indonesia, terutama Jawa Barat dan Banten sangat membutuhkan tenaga terampil yang dapat dilatih cepat. 

"Menjahit sepatu adalah skill teknis spesifik yang minim risiko dengan ruang gerak terbatas sehingga cocok untuk penyandang disabilitas baik fisik maupun motorik. Kami berharap, sekali terampil langsung dapat diserap UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan industri," kata Agus di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026).

Sementara Pemimpin PNM Cabang Tegal, Sutanto mengatakan, pemberdayaan yang berkelanjutan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses dunia kerja.

“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Sutanto.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mengikuti proses penempatan kerja pada perusahaan industri sepatu yang beroperasi di wilayah Brebes. Program ini sejalan dengan semangat pemberdayaan yang selama ini dijalankan dalam mendampingi masyarakat prasejahtera. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
124 Ribu Kasus WNI Ditangan...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

30 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.