Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar UB Soroti Ancaman Mikroplastik di Sungai Brantas terhadap Sanitasi dan Pencegahan Stunting

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 00:02 WIB | Oleh:
Guru Besar UB Soroti Ancaman Mikroplastik di Sungai Brantas terhadap Sanitasi dan Pencegahan Stunting Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar FPIK UB, Andi Kurniawan, menjadi narasumber dalam FGD “Sustainable Sanitation and Stunting Prevention” di UB, yang membahas penguatan sanitasi berkelanjutan untuk mendukung kesehatan masyarakat.

MALANG - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB), Andi Kurniawan, baru-baru ini, menjadi salah satu narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sustainable Sanitation and Stunting Prevention” 

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pengelola sumber daya air untuk membahas tantangan serta strategi penguatan sanitasi berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

Dalam paparannya yang berjudul “Mikroplastik di DAS Brantas dan Tantangannya bagi Sanitasi serta Pencegahan Stunting: Dari Isu Lingkungan Menuju Isu Kesehatan Masyarakat”, Andi menyoroti meningkatnya perhatian global terhadap pencemaran mikroplastik yang kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan lingkungan semata, tetapi juga memiliki implikasi terhadap kesehatan manusia.

Menurut Andi, Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas menjadi salah satu sumber daya air strategis di Jawa Timur menghadapi berbagai tekanan akibat aktivitas manusia, termasuk masuknya sampah plastik dan terbentuknya mikroplastik di lingkungan perairan. Partikel plastik berukuran sangat kecil tersebut berpotensi terdistribusi luas melalui badan air, sedimen, maupun organisme perairan, sehingga meningkatkan risiko paparan terhadap manusia melalui berbagai jalur lingkungan.

“Mikroplastik tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi isu kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mewujudkan sanitasi berkelanjutan dan pencegahan stunting,” jelas Andi.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting selama ini lebih banyak dikaitkan dengan aspek pemenuhan gizi dan layanan kesehatan. Namun, kualitas lingkungan, akses terhadap air bersih, serta kondisi sanitasi juga merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pengendalian pencemaran, termasuk mikroplastik, perlu menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan masyarakat yang lebih komprehensif.

Diskusi yang turut menghadirkan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Perum Jasa Tirta I tersebut memperkuat pemahaman bahwa tantangan sanitasi tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral. Diperlukan kolaborasi lintas disiplin dan lintas lembaga untuk menjaga kualitas sumber daya air, memperbaiki sistem pengelolaan limbah, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memperkuat riset dan inovasi berbasis bukti ilmiah.

Melalui paparan ini, FPIK UB menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Isu mikroplastik menunjukkan bahwa pola konsumsi dan pengelolaan sampah yang tidak berkelanjutan dapat berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Partisipasi Andi dalam forum ini menjadi wujud kontribusi FPIK UB dalam menghadirkan perspektif ilmiah terhadap berbagai isu lingkungan yang berkembang, sekaligus mendorong lahirnya solusi kolaboratif untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, lingkungan yang lebih bersih, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Limbah Galon Dimanfaatkan u...

Siswa di Kendari Jalani Pembelajaran Jarak Jauh

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Luar Negeri
Trump Tuding Zelenskyy Tak ...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.