- Home
-
- Megapolitan
-
- Pilah Sampah dari Rumah Ja...
Pilah Sampah dari Rumah Jadi Kunci Keberhasilan RDF
Sabtu, 13 Jun 2026, 08:24 WIBJAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Nabilah Aboebakar Alhabsyi menegaskan bahwa keberhasilan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) tidak hanya bergantung pada mesin pengolah sampah, tetapi juga kesiapan sistem dari hulu hingga hilir.
"RDF hanya akan efektif jika masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Kalau sampah masih tercampur, hasil pengolahan juga tidak akan optimal," kata Nabilah di Jakarta, Jumat.
Hal itu disampaikan Nabilah saat mengikuti tinjauan Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta ke fasilitas RDF Plant Rorotan.
Menurut dia, hingga saat ini RDF masih menghadapi berbagai tantangan, terutama kualitas sampah masuk yang belum sesuai standar akibat minimnya pemilahan dari sumber.
Ia menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta harus memperkuat edukasi dan kampanye pemilahan sampah secara masif di tingkat masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga wajib menyiapkan sarana pendukung yang memadai, termasuk armada compactor dengan kapasitas besar, kondisi tertutup, tidak bocor, dan mampu menjaga kualitas sampah selama proses pengangkutan.
Menurut dia, salah satu persoalan yang selama ini terjadi adalah sampah yang telah dipilah di tingkat warga kembali tercampur saat proses pengangkutan karena keterbatasan sistem dan sarana pendukung.
"Kalau pemerintah meminta masyarakat memilah sampah, maka pemerintah juga harus memastikan sistem pengangkutannya mendukung. Jangan sampai masyarakat sudah disiplin memilah, tetapi akhirnya tercampur kembali di lapangan," katanya.
Selain aspek teknis, Nabilah juga menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi produk RDF. Ia meminta Pemprov DKI tidak hanya bergantung pada satu perusahaan sebagai pengguna hasil RDF, melainkan mulai menyiapkan beberapa alternatif off-taker agar produk yang dihasilkan benar-benar terserap dan memiliki nilai ekonomi.
Ia menilai persoalan sampah Jakarta tidak dapat diselesaikan dengan satu pendekatan. Dibutuhkan integrasi antara perubahan perilaku masyarakat, kesiapan sarana-prasarana, teknologi pengolahan, dan kepastian pasar hasil pengolahan.
âSolusinya adalah membangun sistem yang utuh. Pilah sampah dari rumah, perkuat armada dan fasilitas pendukung, optimalkan RDF, serta pastikan hasilnya memiliki pasar yang jelas. Kalau salah satu mata rantai ini tidak berjalan, maka target pengurangan sampah Jakarta akan sulit tercapai,â kata Nabilah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cuaca Jakarta Sabtu Pagi Terungkap! BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Cerah Berawan
-
AS Sebut Proposal Iran Buka Selat Hormuz sebagai Upaya Sinis
-
Outlet Mie Gacoan Dihentikan Operasionalnya oleh DLHP Ambon, Langgar Hal Ini!
-
Jembatan Paledang-Pasir Jaya Bogor Diresmikan Pertengahan Oktober, Akses Warga Bakal Makin Mudah
-
Ambisi PLTS 100 GWp Tersendat, Revisi RUPTL PLN Belum Tuntas
-
Daftar 21 Pemain Timnas Indonesia Ikuti Latihan Pertama di GBK Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
-
Gubernur NTB Bergerak! Warga Mataram Diduga Berada di Myanmar, Ini yang Terjadi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.