Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota: Warga Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 15:17 WIB | Oleh:
Wali Kota: Warga Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Semangat pagi tampak terpancar halaman Kantor Kecamatan Batununggal, Selasa (9/6). Puluhan warga dari berbagai kelurahan berkumpul mengenakan perlengkapan kerja, siap memulai Program Padat Karya Tematik 2026 yang digagas Pemerintah Kota Bandung.

Di tengah tantangan ekonomi dan masih tingginya angka pengangguran, program ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat untuk tetap produktif sekaligus memperoleh penghasilan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung melepas para peserta yang berasal dari Kelurahan Maleer, Samoja, Cibangkong, Kebon Gedang, Gumuruh, dan Kacapiring.

Menurut Wali Kota Farhan, program padat karya bukan sekadar memberikan pekerjaan sementara, tetapi menjadi jembatan bagi warga yang masih berjuang keluar dari pengangguran terbuka.

“Total ada sekitar 8.600 peserta padat karya di Kota Bandung tahun ini. Ini menjadi jembatan bagi masyarakat yang masih mencari pekerjaan tetap. Sambil bekerja dan mendapatkan penghasilan, mereka tetap bisa mencari peluang kerja yang lebih permanen,” ujar dia.

Wali Kota Farhan mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini masih berada di kisaran 7,2 persen. Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mengembangkan berbagai strategi untuk membuka akses pekerjaan, baik melalui program padat karya maupun layanan informasi lowongan kerja secara daring dan luring.

“Pemerintah tidak hanya menyediakan pekerjaan, tetapi juga menyediakan akses dan informasi pekerjaan. Kami ingin menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha sehingga peluang kerja semakin terbuka,” kata dia.

Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat bekerja dan tidak menyerah menghadapi keadaan. Ia menuturkan, produktivitas tidak selalu identik dengan pekerjaan formal. Selama seseorang masih mau bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat, maka ia telah berkontribusi bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Jangan pernah malu selama kita masih bisa bergerak. Artinya kita masih punya harkat dan derajat. Yang penting terus bekerja dan berkarya,” tegas dia yang disambut tepuk tangan peserta.

Program Padat Karya Tematik tahun ini difokuskan pada kegiatan penanganan lingkungan dan kebersihan wilayah. Selain membantu warga memperoleh penghasilan, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Menariknya, peserta padat karya berasal dari berbagai latar belakang. Salah satunya Dava, 23 tahun, mahasiswa semester akhir asal Kelurahan Kacapiring. Di sela kesibukannya menyelesaikan kuliah, ia memilih mengikuti program tersebut karena melihat manfaatnya bagi masyarakat.

“Program ini sangat membantu warga. Lingkungan jadi lebih bersih dan terawat. Selain itu, warga juga mendapatkan manfaat ekonomi. Semoga program seperti ini terus ada ke depannya,” ujar Dava.

Hal senada disampaikan Sri, 62 tahun, seorang ibu rumah tangga asal Kacapiring. Menurut dia, program padat karya menjadi solusi yang baik bagi warga yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Program ini bagus untuk masyarakat, terutama yang belum mendapatkan pekerjaan secara mantap. Mudah-mudahan ke depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.