- Home
-
- Megapolitan
-
- Pengelolaan Sampah Berbasi...
Pengelolaan Sampah Berbasis Warga di RW 07 Joglo: Sulap Limbah Jadi Sayur Sehat
Kamis, 11 Jun 2026, 13:40 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendukung RW 07 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Wilayah tersebut dinilai berhasil membangun sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber yang terintegrasi serta berkelanjutan.
Saat meninjau langsung lokasi pada Kamis (11/6), Pramono mengapresiasi konsistensi warga yang sejak 2017 mengembangkan berbagai program pengelolaan sampah secara mandiri. Berbagai fasilitas yang tersedia dinilai mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lengkap dan efektif.
"RW 07 Joglo telah memiliki ekosistem pengelolaan sampah yang lengkap, mulai dari Bank Sampah Siwali, Rumah Kompos, Rumah Eco Enzyme, Rumah Maggot, hingga Kebun Sayur Sehat yang saling terintegrasi," ujar Pramono.
Menurutnya, sistem yang diterapkan warga RW 07 Joglo sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mendorong pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumber. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Sejak 1 Juni 2026, RW 07 Joglo mulai menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah. Sampah organik diangkut setiap hari, sampah residu dua kali dalam sepekan, sampah anorganik sekali sepekan, sementara minyak jelantah dikumpulkan dan diangkut setiap satu bulan sekali.
Pramono mengatakan hasil dari penerapan sistem tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satunya terlihat dari peningkatan kapasitas Bank Sampah Siwali dalam menyerap sampah anorganik dari lingkungan sekitar.
"Hasilnya cukup baik. Bank Sampah Siwali kini mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap minggu sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir," tutur Pramono.
Selain mengelola sampah anorganik, warga juga aktif mengolah sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Setiap hari tercatat sekitar 400 kilogram sampah organik terkumpul atau setara dengan 12 ton per bulan.
Dari total sampah organik tersebut, sekitar 90 persen berhasil diolah menjadi berbagai produk bernilai guna seperti kompos, eco enzyme, dan pakan maggot. Pemanfaatan ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Rumah Kompos yang dikelola warga mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 200 ember kompos setiap bulan. Sementara itu, Rumah Eco Enzyme memproduksi sekitar 200 liter eco enzyme setiap pekan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan lingkungan.
Di sisi lain, budidaya maggot yang dikembangkan warga menghasilkan sekitar 126 kilogram maggot per bulan. Hasil tersebut dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan, sekaligus membantu mengolah limbah organik secara lebih efisien.
Pemanfaatan hasil pengolahan sampah juga mendukung kegiatan pertanian perkotaan yang dijalankan warga melalui Kebun Sayur Sehat. Setiap bulan, kebun tersebut mampu memanen antara 80 hingga 100 kilogram sayuran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Pramono menilai keberhasilan RW 07 Joglo menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan efektif apabila didukung kesadaran dan partisipasi aktif warga. Model seperti ini dinilai layak direplikasi di berbagai wilayah lain di Jakarta.
"Keberhasilan RW 07 Joglo membuktikan pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan efektif jika didukung partisipasi warga. Model seperti ini akan terus kami dorong dan diterapkan di wilayah lain," pungkas Pramono.
- Lingkungan Hidup
- Bank Sampah
- Pengelolaan Sampah
- Pemprov DKI Jakarta
- Budi Daya Maggot
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Sampah Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Gubernur DKI Pramono Nilai Bantuan Pembangunan Halte Perkuat Layanan Transjabodetabek
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
Pengelolaan Sampah Lebih Ramah Lingkungan, TPA Antang Dibangun dengan Sistem Sanitasi Landfill.
-
DPRD Jabar Dukung Opsi Pemkot Bandung untuk Pengadaan Mesin Pengolah Sampah di Setiap Kelurahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.