Cerita Mahasiswa Unej Mengubah Sisa Kopi Menjadi Kudapan Bernilai

Rabu, 10 Jun 2026, 22:10 WIB

JEMBER – Di tengah melimpahnya limbah kulit kopi yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai, sekelompok mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember melihat peluang yang berbeda.

Dari tangan-tangan kreatif mereka, kulit kopi yang biasanya berakhir sebagai limbah disulap menjadi produk pangan inovatif bernama ChocoCara Bar, camilan yang tidak hanya menawarkan cita rasa unik tetapi juga kaya kandungan antioksidan.

Ket. Foto: Rektor Unej Iwan Taruna saat mencicipi ChocoCara Bar dalam Pameran Gelar Produk Pangan Baru 2026 di halaman parkir depan Gedung C FTP Unej, Rabu (10/6/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Unej

Inovasi tersebut lahir dari upaya memanfaatkan hasil samping industri kopi agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kulit kopi yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata menyimpan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Melalui proses pengolahan yang tepat, bahan yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat berubah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi diterima pasar.

Kehadiran ChocoCara Bar juga mencerminkan tren pengembangan pangan berkelanjutan yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular.

Alih-alih menjadi beban lingkungan, limbah pertanian dimanfaatkan kembali menjadi produk inovatif yang mampu membuka peluang usaha baru.

Dari kampus di Jember, gagasan sederhana itu menunjukkan bahwa kreativitas dan riset dapat mengubah sisa hasil panen menjadi peluang ekonomi sekaligus solusi bagi pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

Produk inovatif berupa snack bar berbasis cascara (kulit kopi kering) dan oat tersebut diluncurkan dalam kegiatan "Pameran Gelar Produk Pangan Baru 2026" yang digelar di halaman parkir depan Gedung C FTP Unej, Kabupaten Jember, Rabu (10/6).

"Saya memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para mahasiswa FTP yang jeli melihat celah pemanfaatan limbah komoditas lokal menjadi produk fungsional bernilai ekonomi tinggi," kata Rektor Unej Iwan Taruna saat meninjau kegiatan tersebut.

Menurut dia, inovasi seperti itu menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di Unej mampu merespons tantangan di masyarakat dan industri secara langsung.

"Langkah mahasiswa FTP menyulap produk sampingan kopi menjadi camilan sehat bermutu tinggi adalah bentuk nyata dari hilirisasi riset kampus yang solutif," katanya.

Ia mengatakan Unej berkomitmen penuh mendukung kreativitas yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pasar dan sinergi dengan mitra industri seperti itu juga sekaligus mengakselerasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus, khususnya dalam menghasilkan lulusan yang siap berkarya dan berwirausaha.

Salah satu anggota tim pengembang ChocoCara Bar Laily Ratri Nurhaliza mengatakan ide produk tersebut muncul karena melihat potensi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia yang menghasilkan kulit kopi dalam jumlah melimpah.

"Selama ini, pemanfaatan cascara di masyarakat masih sangat terbatas, biasanya hanya diolah menjadi teh. Permintaan kopi yang tinggi pastinya akan menghasilkan kulit kopi yang semakin banyak," katanya.

Di samping itu, cascara sendiri memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi antioksidan, sehingga timnya ingin mengenalkan cascara melalui produk snack bar supaya lebih dilirik oleh masyarakat bahwa bahan itu memiliki nilai plus walaupun merupakan hasil samping yang jarang dimanfaatkan.

"Dalam proses pembuatannya, ChocoCara Bar menggunakan kombinasi almond, roasted oat, corn flakes, cascara, kurma, dark chocolate 90 persen, serta dark chocolate compound," ujar dia.

Perpaduan bahan tersebut menghasilkan camilan dengan cita rasa cokelat yang khas serta tekstur yang renyah. Produk itu juga mendukung konsep keberlanjutan (sustainability) karena dibuat tanpa menggunakan gula tambahan. Nilai kemanisan dan daya rekatnya memanfaatkan kurma secara alami.

Meski demikian, Laily mengakui proses pengembangannya tidak lepas dari tantangan, terutama dalam menjaga tekstur snack bar agar tetap kokoh dan renyah karena kadar air kurma yang cukup tinggi.

Selain itu, tim pengembang menjelaskan bahwa meskipun tanpa gula tambahan, kandungan gula pada satu batang ChocoCara Bar (berat bersih 40 gram) murni berasal dari gula alami kurma dan dark chocolate compound.

Pameran Gelar Produk Pangan Baru 2026 memamerkan 24 inovasi pangan lokal dalam beberapa kategori di antaranya pada kategori minuman sehat, terdapat Es LumiSoy (susu kedelai lumut bunga telang) dan Purple Oat. Untuk kategori camilan renyah, hadir Opakame (opak edamame), EDACRIS, CRUBE, dan Chibee Rolls.

Sementara kategori kudapan modern menghadirkan CARROFIN (muffin sayur), BluAyu Brulee, Nagaren Roll, Vesavo, serta produk fungsional Sachika (sagon, chia seed, dan kurma).

  • Unej
  • kulit kopi
  • ChocoCara Bar

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.