Jangan Remehkan! Industri Alat Olahraga Bisa Jadi Kekuatan Baru Ekonomi
Rabu, 03 Jun 2026, 14:50 WIBJAKARTA â Industri alat olahraga nasional memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan kebutuhan perlengkapan olahraga yang terus bertambah.
Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan berupa persaingan dengan produk impor, penguatan teknologi produksi, serta peningkatan kualitas dan inovasi produk.
Jika didukung oleh penguatan rantai pasok, pengembangan merek lokal, dan perluasan akses pasar, industri alat olahraga dalam negeri berpotensi menjadi sektor manufaktur yang lebih kompetitif sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan industri alat olahraga nasional memiliki potensi yang kuat untuk terus berkembang dan menjadi salah satu sektor pemajuan industri.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam Business Matching Indonesia Sport and Active Wear/ISAW Ecosystem di Jakarta, Rabu (3/6), menyampaikan potensi tersebut ditopang oleh kinerja ekspor yang terus meningkat, kemampuan menembus pasar internasional, kontribusinya dalam menyerap tenaga kerja, serta mendukung perekonomian daerah.ââââ
"Profil industri alat olahraga nasional juga menunjukkan potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Industri alat olahraga nasional saat ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan didukung oleh sentra-sentra IKM yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri," katanya.
Reni mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir industri alat olahraga nasional menunjukkan perkembangan yang positif dengan kondisi neraca ekspor yang meningkat. Pada 2025, misalnya nilai ekspor industri alat olahraga meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk olahraga buatan Indonesia juga telah berhasil menembus berbagai pasar internasional, dengan negara tujuan utama ekspor antara lain Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Inggris.
âCapaian tersebut menunjukkan bahwa industri olahraga nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan berkembang apabila didukung melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, serta perluasan akses pasar secara berkelanjutan,â ujarnya.
Lebih lanjut, Reni menilai penguatan daya saing industri pendukung ekosistem olahraga perlu terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, perbaikan kualitas produk, dan perluasan akses pasar.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku industri mampu bersaing sekaligus menjadi bagian dari rantai pasok industri dan ritel nasional maupun global.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin menyelenggarakan kegiatan Business Matching ISAW Ecosystem: B2B Market Activation yang mempertemukan pelaku industri olahraga dengan buyer, sektor ritel, pelaku industri, serta mitra usaha potensial lainnya.
"Kegiatan business matching ini, kami berharap dapat terbangun kemitraan yang lebih erat antara industri binaan dengan buyer, sektor ritel, pelaku industri, serta mitra strategis usaha potensial lainnya. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana bagi industri pendukung ekosistem olahraga untuk memahami kebutuhan pasar," ucapnya.
Reni menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem industri olahraga nasional yang selama ini terus didorong melalui program ISAW.
Program tersebut telah diselenggarakan pada 2023 dan 2024 sebagai wadah promosi, kolaborasi, serta pengembangan jejaring bisnis bagi pelaku industri olahraga nasional.
Disampaikan dia, pada ISAW 2024, transaksi offline dari 35 peserta pameran mencapai lebih dari Rp832 juta, meningkat dibandingkan ISAW 2023 yang sebesar Rp265 juta.
Sementara penjualan produk olahraga melalui kerja sama dengan marketplace yang melibatkan 150 pelaku usaha mencatat transaksi lebih dari Rp500 juta dengan total penjualan sebanyak 3.529 produk, meningkat dari Rp398 juta pada 2023.
Pihaknya menegaskan akan terus mendukung pengembangan IKM pakaian dan sepatu olahraga, serta industri alat olahraga melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi, hingga perluasan akses pasar.
- industri alat olahraga
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.