Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bengkulu Pastikan Siswa Dapatkan Sekolah Jelang SPMB

📅 Senin, 01 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Pemkot Bengkulu Pastikan Siswa Dapatkan Sekolah Jelang SPMB Doc: ANTARA/Anggi Mayasari
Ket. Kantor Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Senin (1/6).

KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu memastikan tidak ada siswa SD maupun SMP yang gagal memperoleh sekolah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 hingga 2027.

Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu menyiapkan skema distribusi siswa untuk mengantisipasi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu jika sekolah tujuan penuh, maka siswa akan dialihkan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.

"Kami menjamin kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu, tidak ada anak yang tidak mendapatkan sekolah," kata Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Ilham Putra di Bengkulu, Senin (1/6). 

Ia mengatakan, seluruh anak usia sekolah tetap akan mendapatkan hak pendidikan meski tidak diterima di sekolah pilihan awal, dengan adanya jaminan tersebut orang tua tidak perlu khawatir saat kuota di sejumlah sekolah cepat terpenuhi.

Untuk itu, Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu membuka posko pengaduan guna mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, Disdikbud juga membuka posko pengaduan di kantor dinas.

Dengan adanya posko tersebut, menjadi tempat pelayanan bagi orang tua maupun siswa yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.

Ilham menerangkan, bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah, maka akan diarahkan ke sekolah terdekat yang masih memiliki kursi kosong, hal tersebut dilakukan guna menghindari penumpukan peserta didik di sekolah tertentu.

"Kami meminta agar masyarakat melapor jika menemukan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam proses penerimaan murid baru. Namun laporan yang disampaikan harus disertai bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan," ujar dia.

Sementara itu, saat ini tidak ada lagi pengelompokan sekolah favorit di Kota Bengkulu, sebab pemerataan mutu pendidikan menjadi salah satu dasar pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Oleh karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan jalur domisili dan memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal. Selain memudahkan akses belajar, pola tersebut juga menjadi bagian dari pemerataan sebaran peserta didik antar sekolah di Kota Bengkulu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.