Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepemimpinan Berbasis Empati Dinilai Kunci Menghadapi Perubahan Organisasi

8 Senin, 01 Jun 2026, 21:53 WIB | Oleh:
Kepemimpinan Berbasis Empati Dinilai Kunci Menghadapi Perubahan Organisasi Kepemimpinan Berbasis Empati Dinilai Kunci Menghadapi Perubahan Organisasi Doc: IST
Ket. Ilustrasi kepemimpinan modern. Jobstreet by Seek membagikan lima pelajaran kepemimpinan modern melalui podcast Power Talks, mulai dari pengelolaan lintas budaya hingga strategi memimpin generasi muda di tengah dinamika dunia kerja.

JAKARTA– Perubahan lanskap bisnis global, perbedaan budaya kerja, serta masuknya generasi baru ke dunia profesional menuntut perusahaan menerapkan pendekatan kepemimpinan yang lebih adaptif. Menjawab tantangan tersebut, Jobstreet by Seek membagikan sejumlah pelajaran penting bagi praktisi sumber daya manusia (SDM) dan pemimpin bisnis melalui diskusi dalam episode kedua podcast Power Talks.

Dalam perbincangan tersebut, Head of Asia Pacific Business Admin Group Hyundai Motor, Widyo Rulyantoko, memaparkan berbagai pengalaman dan pandangannya mengenai kepemimpinan modern yang dinilai relevan bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif di tengah perubahan yang semakin cepat.

Salah satu poin utama yang disoroti adalah pentingnya menjaga fokus tim pada tantangan eksternal, bukan konflik internal. Menurut Widyo, pemimpin harus mampu mengarahkan energi organisasi untuk menghadapi perubahan pasar dan persaingan bisnis, alih-alih terjebak dalam gesekan antarindividu atau antarunit kerja.

“Pertarungan yang sesungguhnya ada di luar perusahaan, yaitu menghadapi perubahan pasar dan kompetitor,” ujar Widyo melalui keterangannya.

Selain itu, Widyo menilai kemampuan menjembatani perbedaan budaya menjadi keterampilan yang semakin krusial, terutama bagi perusahaan yang beroperasi secara regional maupun global. Perbedaan gaya kerja, prioritas, dan ekspektasi antarnegara dapat menjadi tantangan tersendiri apabila tidak dikelola dengan baik.

Menurutnya, keterbukaan, kemampuan bernegosiasi, dan pencarian titik temu menjadi faktor penting dalam membangun kolaborasi lintas budaya yang efektif.

Widyo juga menyoroti karakteristik generasi muda, khususnya Gen Z, yang dinilai membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai tujuan sebuah pekerjaan. Ia mengatakan bahwa pendekatan kepemimpinan yang hanya berfokus pada instruksi tidak lagi cukup untuk membangun keterlibatan generasi tersebut.

Sebaliknya, pemimpin perlu memberikan konteks yang jelas mengenai tujuan dan dampak pekerjaan yang dilakukan, sekaligus memberi ruang bagi karyawan untuk menentukan cara terbaik dalam menjalankan tugasnya. Pendekatan tersebut diyakini dapat mendorong inovasi sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan terhadap pekerjaan.

Di sisi lain, Widyo menegaskan bahwa fungsi SDM saat ini perlu bertransformasi dari sekadar menjalankan tugas administratif menjadi mitra strategis bisnis. Menurutnya, HR harus memahami arah perusahaan, mengelola pengembangan organisasi, menyiapkan talenta masa depan, serta membangun budaya kerja yang mendukung keberlanjutan bisnis.

“Buat saya, kepemimpinan hari ini bukan hanya soal mengarahkan tim untuk mencapai target, tetapi juga bagaimana kita membangun titik temu di tengah perbedaan budaya, generasi, dan cara kerja. Pemimpin perlu memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar, ke tantangan bisnis dan kompetitor, sambil tetap menjaga empati terhadap orang-orang di dalamnya,” kata Widyo.

Aspek empati juga menjadi salah satu fondasi penting dalam kepemimpinan modern. Widyo menilai bahwa dalam situasi transisi organisasi maupun tekanan bisnis, keputusan sulit tetap harus dijalankan dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.

Menurutnya, menjaga martabat individu dan membangun komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari proses perubahan yang sehat di dalam organisasi.

Sementara itu, Head of Country Marketing Jobstreet by Seek Indonesia, Sawitri, mengatakan bahwa kompleksitas tantangan dunia kerja saat ini membuat fungsi HR harus mengambil peran yang lebih strategis.

“Insight dari Pak Widyo menegaskan bahwa HR hari ini perlu hadir sebagai business leader yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dengan kebutuhan manusia di dalam organisasi. Ini menjadi semakin penting ketika perusahaan harus bergerak cepat, tetapi tetap menjaga budaya kerja yang sehat dan kolaboratif,” ujarnya.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari podcast Power Talks, sebuah program yang dihadirkan Jobstreet by Seek sebagai wadah berbagi wawasan mengenai dunia kerja, rekrutmen, dan pengelolaan SDM.

Melalui program tersebut, Jobstreet by Seek menghadirkan para profesional dan praktisi dari berbagai perusahaan untuk membahas tantangan serta peluang yang berkembang di dunia kerja Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

PSS Sleman Harus Menang Atas Bhayangkara Sore Ini

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Sleman Harus Menang Ata...
Olahraga
Persib Sesumbar Akan Tunduk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.