Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jatim Khofifah Tegaskan Penurunan Stunting Fondasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

📅 Senin, 01 Jun 2026, 13:57 WIB | Oleh:
Gubernur Jatim Khofifah Tegaskan Penurunan Stunting Fondasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045 Doc: antara foto
Ket. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan penurunan stunting menjadi fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Karena itu penguatan kualitas keluarga, percepatan penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi, serta pembangunan kependudukan harus menjadi agenda bersama lintas sektor,” katanya,dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin (1/6).

Khofifah mengatakan Indonesia sedang menghadapi bonus demografi yang harus disiapkan secara serius melalui pembangunan manusia berkualitas sejak dari keluarga.

Menurutnya, pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, tetapi juga kualitas SDM,, mobilitas penduduk, kualitas pengasuhan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Khofifah menjelaskan arah pembangunan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.

"Ada Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya yang harus nyekrup karena ada kualitas, kuantitas dan mobilitas penduduk . Terkait kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita perlu sinergi agar bisa dibangun lebih detail dan impresif sehingga kualitas, kuantitas dan mobilitas bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Khofifah menekankan pentingnya penguatan Indeks Modal Manusia (IMM) sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan SDM dan proyeksi kualitas generasi masa depan.

"Peningkatan IMM, ditentukan penurunan angka kematian ibu, bayi, serta prevalensi stunting sebagai cerminan kualitas layanan kesehatan, pengasuhan, dan efektivitas pembangunan manusia," ungkapnya.

Berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan signifikan. Pada 2024, AKI tercatat 82,56 per 100 ribu kelahiran hidup dan turun menjadi 68,7 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2025.

Capaian tersebut telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup.

Meski demikian, Khofifah meminta perhatian terhadap angka kematian ibu dan bayi terus diperkuat, termasuk melalui edukasi usia perkawinan dan kesehatan reproduksi secara lebih komprehensif.

Selain itu, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi terbaik di Pulau Jawa dan peringkat kedua nasional dalam penurunan prevalensi stunting.

"Kita tetap membangun sinergi dengan semua elemen terutama posyandu yang akan menjadi media untuk memastikan intervensi di seluruh kabupaten kota berjalan efektif," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.