Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdik Jatim Siapkan 1,49 Juta PIN SPMB untuk Calon Murid Baru

📅 Senin, 01 Jun 2026, 18:27 WIB | Oleh:
Disdik Jatim Siapkan 1,49 Juta PIN SPMB untuk Calon Murid Baru Doc: ANTARA/Willi Irawan
Ket. Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai (kiri) saat meninjau pelaksanaan pengambilan PIN SPMB di SMAN 9 Surabaya.

SURABAYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur menyiapkan 1.495.200 Personal Identification Number (PIN) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 guna mengakomodasi proses pendaftaran calon murid baru di seluruh wilayah provinsi itu.

"Alhamdulillah, pengambilan PIN lancar hingga hari ini, tidak ada laporan antrean dari sekolah se-Jawa Timur. Saya memprediksi mulai besok akan ramai yang mengajukan," kata Kepala Disdik Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai di Surabaya, Senin (1/6).

Aries mengatakan hingga hari kelima pelaksanaan, sebanyak 117.323 pengajuan PIN telah masuk untuk proses verifikasi dan validasi, sedangkan 90.963 siswa telah memperoleh PIN.

Menurut dia, jumlah pengajuan diperkirakan meningkat mulai Selasa (2/6) setelah terbitnya Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah asal.

Selain menyiapkan kuota PIN dalam jumlah besar, Disdik Jatim juga mengingatkan masyarakat agar memahami ketentuan penggunaan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Domisili (SKD) saat proses pengajuan PIN.

Ia menjelaskan terdapat empat kategori dokumen yang berlaku yakni KK murni, SKD bencana alam atau sosial, SKD pondok pesantren atau yayasan, serta SKD mutasi.

"Kalau mengklik SKD mutasi, maka siswa hanya bisa daftar di jalur mutasi saja, tidak bisa mengikuti jalur SPMB lainnya. Karena itu operator sekolah diminta memastikan kembali kebenarannya kepada siswa," ujarnya.

Aries menambahkan jalur mutasi diperuntukkan bagi anak Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun pekerja swasta berbadan hukum dengan kuota tiga persen.

Sementara itu Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim Sri Untari Bisowarno menilai proses pengambilan PIN tahun ini berlangsung lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya.

"Semuanya on the track. Tidak ada antrean panjang. Yang masih manual itu hanya validasi dan verifikasi berkas oleh operator sekolah," katanya.

Menurut Sri Untari, penambahan operator di sekolah membantu mempercepat pelayanan verifikasi sehingga tidak terjadi penumpukan pendaftar saat pengambilan PIN. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.