Menpar Berharap Investasi Pariwisata Tak Hanya di Bali
Minggu, 31 Mei 2026, 17:40 WIBBALIÂ - Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, mendorong pemerataan investasi pariwisata ke berbagai daerah di Indonesia. Langkah itu dilakukan agar manfaat ekonomi sektor pariwisata tidak hanya terpusat di Bali.
Widiyanti mengatakan, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Dari jumlah tersebut, hampir 7 juta kunjungan terkonsentrasi di Bali.
âAngka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus tujuan investasi. Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata nasional,â kata Widiyanti dalam Investor Roundtable 2026 di Bali, Jumat (29/5) lalu.
Menurut dia, tingginya konsentrasi investasi di kawasan Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud menunjukkan perlunya pemerataan investasi. Pemerintah ingin manfaat ekonomi pariwisata dirasakan lebih luas oleh daerah lain.
âIndonesia bukan hanya Bali. Kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar,â ucap dia.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pariwisata memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan destinasi regeneratif lainnya. Program tersebut diharapkan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Pemerintah juga melihat tren pariwisata global yang semakin mengarah pada konsep keberlanjutan, wellness tourism, dan pengalaman wisata yang autentik. Karena itu, investor didorong mulai melirik peluang investasi di luar Bali.
Selain mendorong investasi, Kementerian Pariwisata juga menyerap masukan dari investor dan pelaku usaha. Masukan tersebut akan menjadi bahan penyusunan kebijakan investasi pariwisata yang lebih hijau dan inklusif.
Widiyanti mengatakan, rencana pengembangan sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API). Sistem itu akan memastikan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui platform digital memiliki izin usaha yang sah.
Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengatakan forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku industri. Menurut dia, pengalaman pelaku usaha pariwisata di Bali dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan destinasi prioritas nasional.
Masukan tersebut juga dibutuhkan untuk memperkuat iklim investasi pariwisata di berbagai daerah. âKami memandang masukan ini sangat berharga, tidak hanya untuk memperkuat ekosistem investasi pariwisata Bali, tetapi juga sebagai pembelajaran penting dalam pengembangan destinasi lainnya," ujar dia. ils/I-1
- Menpar
- Bali
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kronologi Kecelakaan Maut di Cengkareng: Tukang Becak Motor Tabrak Pemotor, Dilarikan ke Puskesmas Tapi Tewas!
-
Kontrak 3.325 PPPK Paruh Waktu Bantul Diperpanjang
-
Gempa Vulkanik Dangkal Mendominasi Aktivitas Gunung Lokon
-
Harga Cabai Rawit Rp114.000/Kg, Telur Ayam Rp31.550/Kg
-
Xi Jinping: Tiongkok dan AS Bertanggung Jawab Pastikan AI Bermanfaat bagi Manusia
-
Kabar Gembira! Pemerintah Kasih Diskon Biaya e-commerce 50 Persen untuk Pelaku UMKM, Simak Syarat & Ketentuannya
-
PTPN III Gandeng Unpad Perkuat Riset dan Transformasi Perusahaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.