Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikdasmen Tegaskan Fondasi Pendidikan Bermutu Makin Menguat

📅 Sabtu, 30 Mei 2026, 00:22 WIB | Oleh:
Kemendikdasmen Tegaskan Fondasi Pendidikan Bermutu Makin Menguat Doc: Humas Kemendikdasmen
Ket. Mendikdasmen Abdul Mu'ti

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyoroti capaian program pendidikan sepanjang 2025 hingga 2026. Pemerintah memastikan fondasi pendidikan bermutu semakin diperkuat secara nasional.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut partisipasi masyarakat mendukung transformasi pendidikan nasional. Kolaborasi dinilai penting memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

“Kami merasa sangat terbantu oleh kreativitas dan dukungan seluruh pemangku pendidikan. Langkah bersama ini memperkuat pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan di Jakarta, Jumat (29/5).

Kemendikdasmen mencatat revitalisasi 16.167 satuan pendidikan telah dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah juga mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah.

Program revitalisasi dilakukan untuk memperkuat kualitas sarana belajar di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pemerataan fasilitas pendidikan hingga wilayah terpencil Indonesia.

Selain infrastruktur fisik, Kemendikdasmen memperkuat peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru nasional. Program pelatihan dan sertifikasi guru terus diperluas pemerintah.

Sebanyak 12.500 guru menerima bantuan studi sarjana melalui rekognisi pembelajaran lampau. Pemerintah juga memberikan beasiswa pendidikan bagi guru penerima program tersebut.

“Tunjangan guru non-ASN meningkat menjadi dua juta rupiah setiap bulan. Guru ASN juga menerima tunjangan langsung ke rekening masing-masing,” kata Abdul Mu’ti.

Kemendikdasmen turut memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program pembiasaan siswa nasional. Program itu meliputi Pagi Ceria dan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat.

Pemerintah juga memperluas penguatan pendidikan anak usia dini dan wajib belajar nasional. Program wajib belajar kini mencakup pendidikan taman kanak-kanak hingga SMA sederajat.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menilai kolaborasi pendidikan harus terus diperkuat. Menurutnya, tantangan pendidikan membutuhkan sinergi lintas daerah dan lembaga.

“Tasyakuran Hardiknas menjadi ruang apresiasi bagi seluruh insan pendidikan nasional. Kolaborasi pusat dan daerah penting mewujudkan pendidikan inklusif,” ujar Suharti.

Kemendikdasmen memberikan 97 penghargaan kepada tokoh dan lembaga pendidikan nasional. Penghargaan mencakup revitalisasi sekolah hingga digitalisasi pembelajaran nasional.

Pemerintah berharap capaian pendidikan terus meningkat melalui partisipasi aktif seluruh masyarakat. Langkah itu dinilai penting mempercepat pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.