Pemerintah Dorong Penguatan Pelestarian Bahasa Daerah Berbasis Komunitas Nasional
Jumat, 29 Mei 2026, 17:27 WIBJAKARTAÂ - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui bantuan pemerintah tahun 2026. Program itu mendukung komunitas dan individu pelestari bahasa daerah.
Program bantuan menjadi bagian semangat Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026. Pemerintah menginginkan masyarakat berperan penting menjaga bahasa ibu tetap hidup.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin mengatakan, bantuan diberikan kepada komunitas dan pegiat bahasa daerah. âMelalui fasilitasi komunitas, kami mendukung penggerak pelestarian bahasa daerah sekaligus menghormati maestro yang menjaga sastra daerah,â ujar Hafidz, Jumat (29/5).
Penerima bantuan berasal dari berbagai komunitas dan pegiat budaya daerah. Mereka mengembangkan program pelestarian bahasa berbasis masyarakat.
Salah satu praktik baik datang dari Rustani Simanjuntak yang memanfaatkan bantuan pemerintah untuk mengembangkan pembelajaran dan promosi Aksara Batak. Ia menyiapkan alat peraga dan buku pembelajaran aksara tradisional.
Rustani juga mengembangkan tutorial belajar aksara Batak bagi generasi muda. Program itu mengenalkan komponen dasar surat Batak kepada masyarakat.
âSaya berharap bantuan ini memperluas pemanfaatan aksara Batak di masyarakat. Kebanggaan budaya Batak perlu tumbuh di tengah kehidupan multikultural,â kata Rustani.
Komunitas Yayasan Tribuno Svastha Harena turut mengembangkan literasi digital bahasa daerah. Program mereka menyasar generasi muda melalui ruang digital kreatif.
Kegiatan meliputi pelatihan konten budaya lokal dan dokumentasi bahasa daerah. Komunitas juga mempublikasikan karya sastra melalui media sosial.
Perwakilan yayasan, Hari Kusmanto, menilai bahasa daerah harus tetap relevan. Menurut dia, generasi muda perlu melihat bahasa daerah sebagai identitas nasional.
âBahasa daerah tidak hanya perlu dipertahankan sebagai warisan budaya. Tetapi juga harus mampu hidup dan berkembang di tengah ekosistem digital modern," kata Hari. "Karena itu, generasi muda perlu diajak untuk melihat bahasa daerah. Hal ini sebagai bagian penting dari identitas nasional yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini,â imbuh dia. ils/I-1
- bahasa daerah
- Kemendikdasmen
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Prabowo Buka-bukaan soal Bahlil di Peluncuran 10 Buku, Singgung BBM Subsidi dan Kinerja ESDM
-
Pemprov Amankan Aset Lewat Sertifikasi Senilai Rp124,2 Triliun
-
TransNusa Buka Rute Langsung Manado-Ternate, Perkuat Hub Penerbangan di Indonesia Timur
-
FIFTY FIFTY Batal Konser di Indonesia, Jadwal Tur Asia Berubah,
-
Head & Shoulders Gelar Super Cool Run 2026 di GBK, Targetkan 2.500 Pelari
-
Borobudur Marathon 2026 Sediakan Kuota 12.500 Pelari, Pendaftaran Mulai Hari Ini 10 Juli
-
Jelang Pertunjukkan Teater musikal Senja Teduh Pelita
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.