Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Hanya Jakarta, Jayapura pun Sudah Memproduksi Sampah, Sampai 240 Ton Sehari

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 06:58 WIB | Oleh:
Tak Hanya Jakarta, Jayapura pun Sudah Memproduksi Sampah, Sampai 240 Ton Sehari Doc: ist
Ket. produksi sampah

JAYAPURA – Jakarta mungkin produsen sampah terbesar, tapi daerah-daerah mulai mengikuti. Jayapura, misalnya, sudah cukup banyak produksi sampahnya. 

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Papua menyebut bahwa produksi sampah di daerah ini mencapai 240 ton per hari.

"Kalau hari biasa, sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sebanyak 240 ton per hari, namun pada hari raya keagamaan bisa sampai 300 ton per hari," kata Pelaksana tugas Kepala DLHK Kota Jayapura Simon Petrus Koirewoa di Jayapura, Rabu.

Simon mengajak masyarakat daerah itu untuk memilah sampah dari sumbernya (rumah tangga) agar TPA di Koya Koso, Distrik Muara Tami tidak cepat penuh.

"Kami juga berharap ke depan ada pihak ketiga yang mau berinvestasi di bidang persampahan, karena ada sampah yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Dia menjelaskan armada dan tenaga kesehatan belum cukup untuk mengangkut volume sampah yang ada di masyarakat, sehingga ada beberapa wilayah yang belum mendapatkan pelayanan secara maksimal, seperti di Koya Barat, Koya Timur, Distrik Muara Tami dan beberapa kampung di sekitar wilayah perkotaan.

"Kendaraan yang kami miliki untuk mengangkut sampah meliputi roda empat ada 14 unit, mobil ambrol 14 unit, dan dump truck sebanyak 36 unit," katanya.

Dia menambahkan jumlah kendaraan yang ada saat ini belum bisa menjangkau seluruh wilayah, karena masing-masing kendaraan sudah ditentukan untuk mengangkut sampah, baik di jalan raya maupun kompleks perumahan warga.

"Untuk wilayah Koya saja baru ada tiga armada, yakni dua dump truck dan satu ambrol yang mengangkut sampah, sehingga belum bisa maksimal," ujarnya. Jika tak segera dicarikan solusi, Jayapura bakal jadi produsen sampah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
VFS Global Buka Layanan Vis...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.