Langkah Strategis PLN NP Amankan Rantai Pasok Pembangkit Lewat Mitra Global

Rabu, 27 Mei 2026, 23:40 WIB

JAKARTA- PT. PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat rantai pasok pembangkit listrik nasional melalui kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi asal Swiss, Rittmeyer AG. Kerja sama ini diwujudkan lewat anak usaha PLN NP, PT Prima Layanan Niaga Suku Cadang (PLN SC), yang menandatangani _Blanket Purchase Agreement_ dengan Rittmeyer AG di Jakarta, Senin (18/5).

Perjanjian ditandatangani Direktur Utama PLN SC Thommi Haposan dan CEO Rittmeyer AG Roger Amhof. Kesepakatan ini bertujuan memastikan ketersediaan suku cadang dan dukungan teknis berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan efisien untuk pembangkit serta sektor utilitas di Indonesia.

Ket. Foto: Melalui sinergi dengan Rittmeyer AG, PLN Suku Cadang memperluas kemitraan internasional guna menghadirkan dukungan teknis dan teknologi terbaik bagi sektor pembangkitan, sekaligus mendukung transformasi energi nasional menuju masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan — Sumber: istimewa

Rittmeyer AG, perusahaan teknologi yang berdiri sejak 1899 dan bagian dari BRUGG Group, dikenal memiliki kapabilitas di bidang _smart utility infrastructure_, otomasi, dan pengelolaan data. Produknya mencakup _flow measurement_, _level measurement_, _penstock monitoring_, hingga sistem instrumentasi dan kontrol untuk pembangkit air, bendungan, dan jaringan energi.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan penguatan rantai pasok menjadi fondasi penting menjaga keandalan pembangkit sekaligus mendorong transformasi PLN NP menjadi perusahaan energi yang adaptif dan berdaya saing global.

“Kolaborasi dengan Rittmeyer AG ini memperkuat rantai pasok pembangkit yang andal, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan operasional kelistrikan nasional. Kerja sama ini juga membuka ruang transfer pengetahuan dan teknologi untuk mendukung transformasi energi Indonesia,” ujar Ruly.

Senada, Thommi Haposan menilai kerja sama ini memperluas kapasitas bisnis PLN SC sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pembangkit PLN Group dan sektor utilitas nasional.

“Melalui kemitraan ini, kami dapat menghadirkan dukungan yang lebih cepat, tepat, dan andal dalam memenuhi kebutuhan operasional pembangkit,” kata Thommi.

Skema _Blanket Purchase Agreement_ memungkinkan pengadaan barang dan jasa dilakukan dalam jangka panjang dengan harga dan ketentuan yang telah disepakati. Skema ini mempercepat proses pengadaan, menekan biaya, dan membantu perencanaan operasional yang lebih terukur.

Roger Amhof menyambut baik kemitraan ini sebagai awal hubungan jangka panjang di kawasan Asia, khususnya Indonesia. “Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur utilitas dan energi. Kami berharap kolaborasi ini menghadirkan solusi teknologi yang nyata bagi keandalan sektor utilitas,” ujarnya.

Ke depan, PLN SC dan Rittmeyer AG diharapkan memperluas kemitraan ke solusi teknologi adaptif untuk pembangkit dan utilitas nasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN NP menjaga keandalan pasokan listrik dan mendukung transisi energi Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.