Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Khatib Idul Adha: Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Jalan Perdamaian Dunia.

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 08:47 WIB | Oleh:
Khatib Idul Adha: Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Jalan Perdamaian Dunia. Doc: Antara Foto
Ket. Jamaah Shalat Idul Adha 1447 Hijriah diselenggarakan Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di areal parkir Lombok Epicentrum Mall Kota Mataram, Rabu (27/5).

Idul Adha mengajarkan umat melakukan distribusi dan kepedulian sosial melalui kurban sehingga lahir solidaritas untuk membangun perdamaian dunia, kata Khatib Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Lombok Epicentrum Mall Kota Mataram TGH Zaidi Abdad.

"Idul Adha mengajarkan distribusi dan kepedulian sosial melalui kurban," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Puluhan ribu umat Muslim di Kota Mataram melaksanakan Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1447 Hijriah di sejumlah lapangan dan masjid di kota itu. Pelaksanaan Shalat Idul Adha tingkat Kota Mataram dipusatkan di halaman parkir timur Lombok Epicentrum Mall dengan imam dan khatib TGH Zaidi Abdad.

Shalat Id ditempat itu juga dihadiri Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) beserta keluarga dan para pegawai pemkot setempat.

Ia mengemukakan pentingnya seruan perdamaian dunia dan belajar tentang pengorbanan Nabi Ibrahim AS, di tengah krisis geopolitik global  karena dunia saat ini sedang menghadapi luka kemanusiaan, antara lain ditandai perang di sejumlah tempat dan konflik geopolitik yang melahirkan ketegangan global.

Selain itu, krisis pangan, pengungsi, kemiskinan, dan keruntuhan moral yang menjadi pemandangan harian umat manusia.

Ia mengemukakan teknologi berkembang dengan cepat, tetapi hati manusia justru semakin keras. Dunia semakin maju secara material, namun semakin rapuh secara spiritual.

"Kita menyaksikan bagaimana manusia modern mampu menciptakan kecerdasan buatan, tetapi gagal menciptakan perdamaian batin. Mampu menembus luar angkasa, tetapi belum mampu menghapus kebencian dan kerakusan," katanya.

Ia menjelaskan di tengah konflik geopolitik, Idul Adha hadir bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi sebagai seruan besar untuk membangun kembali kemanusiaan dan perdamaian dunia melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS.

Perjalanan hidup Nabi Ibrahim, katanya, sebagai perjalanan membangun perdamaian di tengah konflik peradaban.

Ketika masyarakat Babilonia tenggelam dalam penyembahan berhala dan tirani kekuasaan Raja Namrud, ujarnya, Nabi Ibrahim tidak membalas kebatilan dengan kebencian brutal.

"Beliau berdialog, berdakwah, dan mengajak manusia berpikir," katanya.

Ia mengatakan keluarga Nabi Ibrahim juga mengajarkan ketahanan menghadapi krisis global.

"Bayangkan ketika Hajar dan bayi Ismail ditinggalkan di lembah tandus Makkah. Tidak ada air, tidak ada makanan, tidak ada peradaban, tetapi dari seorang ibu yang tawakal dan tidak menyerah lahirlah peradaban besar umat Islam yakni sa'i antara Shafa dan Marwah. Itu bukan sekadar ritual, tetapi simbol perjuangan menghadapi krisis kehidupan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.