Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Masyarakat DIY Lebih Siap Antisipasi Dampak Kemarau El Nino

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 11:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Masyarakat DIY Lebih Siap Antisipasi Dampak Kemarau El Nino Doc: ANTARA
Ket. Petani di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menggarap sawah.

YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait, dan masyarakat, lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau 2026 akibat fenomena El Nino.

"Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, serta berkurangnya ketersediaan air bersih," kata Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis (21/5). 

Menurut dia, antisipasi dampak kemarau bagi wilayah empat kabupaten/kota di DIY tersebut karena berkaitan dengan prediksi munculnya fenomena El Nino intensitas lemah hingga moderat. 

"Prediksi tersebut muncul setelah pertengahan tahun 2026 dengan peluang 50 sampai 60 persen yang dapat menurunkan curah hujan, utamanya di wilayah DIY," katanya. 

Dia menjelaskan prediksi curah hujan selama musim kemarau 2026 di bawah normal (BN), yang artinya kondisi musim kemarau diprediksikan lebih kering dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya. 

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu tindakan antisipasi dampak El Nino yang berpotensi kekeringan mulai bulan Juni 2026, dan potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juli sampai Oktober 2026. 

"Bagi petani agar mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen dan wilayah-wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis untuk mengambil langkah antisipatif melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien," katanya. 

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa memperbarui informasi iklim dari BMKG Stasiun Klimatologi DIY melalui kanal resmi maupun media sosial BMKG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.