Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBD Terkontraksi, DPRD DKI Minta HIPMI Jaya Bantu Ekonomi Jakarta

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 18:15 WIB | Oleh:
APBD Terkontraksi, DPRD DKI Minta HIPMI Jaya Bantu Ekonomi Jakarta Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) mengambil peran lebih besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal itu disampaikan Wibi di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis (21/5).

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) mengambil peran lebih besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal itu disampaikan Wibi usai menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Daerah (Diklatda) HIPMI Jaya 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Kamis (21/5).

Menurut Wibi, kondisi ekonomi global yang belum stabil mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Jakarta serta memengaruhi ruang fiskal daerah. Karena itu, sektor swasta dinilai harus bergerak lebih aktif untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas dunia usaha di ibu kota.

"Hari ini ekonomi global sudah masuk ke masa ketidakpastian. Tentunya dampaknya juga terasa di Jakarta," ujar Wibi.

Wibi menjelaskan tantangan ekonomi Jakarta semakin kompleks karena kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terus mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan pelaku usaha menjadi semakin penting untuk memastikan pembangunan daerah tetap berjalan optimal.

"Dengan kontraksi fiskal yang semakin terbatas, APBD kita juga terus menurun," kata Wibi.

Ia menilai HIPMI Jaya memiliki potensi besar untuk memperluas kegiatan usaha, membuka lapangan kerja, serta menjaga perputaran ekonomi masyarakat di berbagai sektor. Menurut dia, pengusaha muda perlu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap adaptif terhadap dinamika global dan perubahan pasar.

"Bagaimana teman-teman di sektor swasta mampu terus bergerak secara masif dan dinamis untuk menjadi tulang punggung pertumbuhan perekonomian kita," jelas Wibi.

Selain fokus mengembangkan bisnis, Wibi meminta kader HIPMI Jaya ikut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Jakarta melalui inovasi dan penciptaan peluang ekonomi baru. Ia menilai peran pengusaha muda sangat penting untuk membantu pemerintah menjaga daya tahan ekonomi daerah di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

"Inilah yang saya minta, hari ini saatnya kita memberikan kontribusi nyata kepada pembangunan bangsa," terang Wibi.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jaya Muhammad Riandy Haroen mengatakan pengusaha muda harus mampu membaca situasi global dan menyesuaikan strategi bisnis agar tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi. Menurut dia, Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional membutuhkan dunia usaha yang kuat dan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

"Sesuai tema, kita harus mencermati keadaan global yang memang sedang tidak menentu," ujar Riandy.

Riandy menjelaskan Jakarta memiliki posisi strategis karena menyumbang sekitar 16 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional sehingga menjadi episentrum perekonomian Indonesia. Meski ekonomi Jakarta masih tumbuh sebesar 5,21 persen, ia mengingatkan bahwa biaya usaha yang meningkat dan persaingan yang semakin ketat menjadi tantangan serius bagi para pelaku usaha muda.

"Ekonomi DKI Jakarta memang tumbuh 5,21 persen, tetapi biayanya juga naik, margin kita terkikis, dan persaingan pun semakin kompetitif," jelas Riandy.

Ia berharap Diklatda HIPMI Jaya 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang memperkuat jejaring dan kapasitas pengusaha muda Jakarta. Menurutnya, kolaborasi antaranggota HIPMI Jaya akan menjadi modal penting untuk menghadapi dinamika ekonomi dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.