Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Ekraf Dorong IP Lokal Manfaatkan Momentum Geopolitik

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Menteri Ekraf Dorong IP Lokal Manfaatkan Momentum Geopolitik Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya (kanan) dan Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) Daryl Wilson (kiri) saat ditemui awak media usai acara peluncuran dan konferensi pers "Indonesia Animation Report 2026" di Jakarta, Selasa (19/5).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menilai situasi geopolitik global saat ini dapat menjadi peluang bagi industri animasi Indonesia untuk memperkuat pasar domestik sekaligus memperluas penetrasi IP lokal ke pasar internasional.

“Justru kita melihat dengan kondisi geopolitik ini ada peluang. Peluang besar karena geopolitik ini kan tentu menyebabkan juga biaya-biaya naik,” kata Riefky saat ditemui awak media usai peluncuran dan konferensi pers Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut dia, kondisi global tersebut dapat dimanfaatkan studio animasi nasional untuk mengisi kebutuhan pasar dalam negeri melalui karya dan karakter lokal.

“Di situlah kita ingin mengisi bagaimana peran dari output atau produk dari studio animasi itu mengisi pasar-pasar dalam negeri. Itu yang paling penting dulu pertama, menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Selain memperkuat pasar domestik, pemerintah juga mendorong pengembangan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal agar mampu bersaing di pasar global.

“Kemudian yang kedua adalah bagaimana kita juga mendorong IP-IP lokal kita, karakter-karakter kita, produk-produk dari studio animasi kita juga untuk bisa masuk ke pasar global,” kata Riefky.

Ia menilai momentum geopolitik dan geoekonomi saat ini membuka peluang lebih besar bagi kreator lokal untuk berkembang.

“Momentum dari geopolitik, geoekonomi yang terjadi hari ini justru itu menjadi momentum bagi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) Daryl Wilson mengatakan kondisi politik global turut berdampak terhadap proyek animasi luar negeri yang masuk ke Indonesia.

“Kondisi politik di dunia memang sangat ber-impact kepada proyek-proyek yang muncul dari dunia untuk bisa masuk ke sektor jasa masuk ke kita, berkurang,” kata Daryl.

Karena itu, menurut dia, industri animasi nasional perlu memperkuat pengembangan proyek lokal agar tidak terus bergantung pada pekerjaan dari luar negeri.

“Oleh karena itu memang inisiatif munculnya proyek di dalam Indonesia sendiri itu penting,” ujarnya.

Indonesia Animation Report 2026 diluncurkan sebagai studi komprehensif mengenai kondisi, potensi, dan tantangan industri animasi nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.