Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Industri Kreatif, Pemkot Singkawang Beri Pelatihan Tenun

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 05:43 WIB | Oleh:
Dorong Industri Kreatif, Pemkot Singkawang Beri Pelatihan Tenun Doc: antara foto
Ket. Pelatihan menenun oleh Pemkot Singkawang

SINGKAWANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalimantan Barat, memberikan pelatihan tenun kepada perajin di daerah itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri kreatif sekaligus pelestarian warisan budaya daerah.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan SDM Industri Kreatif bidang tenun di Gedung Diklat BKPSDM Kota  Singkawang, Senin (18/5), mengatakan pengembangan SDM menjadi kunci penting agar warisan budaya tetap hidup dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif.

"Kami menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup dan berdaya saing," kata Tjhai Chui Mie.

Ia mengatakan kain tenun bukan sekadar hasil kerajinan, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut dia, setiap motif dan pola tenun mengandung cerita budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Karena itu, melalui pelatihan tersebut pemerintah daerah berupaya meningkatkan kompetensi para perajin lokal agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas, inovatif dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Pelatihan itu difokuskan pada penguatan teknik menenun, pengenalan desain kontemporer, manajemen produksi, hingga strategi pemasaran digital guna mendukung pengembangan usaha para perajin.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga didorong memahami tren pasar dan membangun branding produk agar kerajinan tenun lokal mampu menembus pasar nasional maupun global.

Tjhai Chui Mie menilai penguatan kapasitas SDM industri kreatif turut menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Produk tenun yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka peluang lapangan kerja baru.

"Saya mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai modal untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya," ujarnya.

Ia berharap pelestarian budaya yang dikelola secara profesional tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.