Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

6.451 Hektar Sawah Terdampak Bencana di Sumbar, Kementan Percepat Pemulihan

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 13:53 WIB | Oleh: Tim Redaksi
6.451 Hektar Sawah Terdampak Bencana di Sumbar, Kementan Percepat Pemulihan Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat (Sumbar) terus menggenjot rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat (Sumbar) terus menggenjot rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi. Upaya pemulihan dilakukan lewat pengawalan program, koordinasi lintas instansi, dan pendampingan teknis agar sektor pertanian cepat pulih dan produksi pangan tetap terjaga.

Data Kementan mencatat, luas sawah terdampak di Sumatera Barat mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Penanganan diprioritaskan pada lahan dengan kerusakan ringan dan sedang supaya petani bisa segera kembali tanam.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, rehabilitasi pascabencana adalah bentuk kehadiran negara untuk membantu petani bangkit. Biaya perbaikan lahan, perbaikan saluran irigasi, hingga bantuan sarana produksi seluruhnya ditanggung pemerintah pusat.

“Sawah yang rusak diperbaiki oleh pemiliknya, tapi biayanya dibiayai negara. Petani tetap punya pendapatan, sementara benih gratis, olah tanah, sampai perbaikan irigasi semua dibantu pusat,” jelas Mentan Amran di Jakarta, Selasa (18/5).

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry mengatakan, sesuai arahan Menteri, BRMP di daerah bertugas mengawal seluruh program Kementan, termasuk penanganan pascabencana.

“BRMP memastikan rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis teknologi sesuai kondisi lapangan. Kami tidak hanya memulihkan fisik lahan, tapi juga mendampingi petani agar produktivitas bisa kembali meningkat secara berkelanjutan,” ujar Fadjry di Jakarta, Senin (18/5).

Di Sumatera Barat, BRMP menjalankan pengawalan rehabilitasi secara terpadu bersama pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan direktorat teknis Kementan. Pendampingan dimulai dari identifikasi lahan hingga pelaksanaan rehabilitasi agar lahan kembali bisa dimanfaatkan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan lahan, pengambilan sampel tanah untuk rekomendasi pemupukan spesifik lokasi, olah tanah, penataan drainase dan irigasi, serta pendampingan budidaya. BRMP Sumbar juga mengawasi teknis pelaksanaan agar sesuai kebutuhan di lapangan.

Pengambilan sampel tanah dilakukan di beberapa lokasi terdampak banjir dan endapan material. Tujuannya untuk mengetahui perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga rekomendasi pemulihan bisa tepat sasaran.

Kepala BRMP Sumatera Barat Salwati menjelaskan, hasil uji laboratorium menjadi dasar penyusunan langkah pemulihan, termasuk rekomendasi pemupukan, perbaikan struktur tanah, dan penanganan potensi cemaran.

“Kami harap pemulihan lahan bisa lebih cepat sehingga produktivitas sawah kembali optimal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” kata Salwati.

Sampai saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan di Sumbar sudah masuk tahap tanam kembali. Varietas yang digunakan dipilih sesuai kondisi agroekosistem dan daya adaptasi terhadap lahan pascabencana.

BRMP Sumbar juga terlibat aktif dalam kegiatan ground breaking rehabilitasi sawah terdampak. Saat ini rehabilitasi sudah masuk tahap konstruksi pada 3.049,89 hektare lahan di 11 kabupaten/kota.

“Upaya ini diharapkan dapat memulihkan fungsi lahan dan mengembalikan aktivitas usaha tani masyarakat secara optimal,” tambah Salwati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.