Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementrans Luncurkan Transmigrasi Patriot untuk Bangun Ekonomi di Kawasan Baru

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 18:52 WIB | Oleh:
Kementrans Luncurkan Transmigrasi Patriot untuk Bangun Ekonomi di Kawasan Baru Doc: YouTube Kementrans
Ket. Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman

JAKARTA - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) meluncurkan Transmigrasi Patriot 2026 untuk menghadirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan pusat ekonomi baru daerah. Program tersebut merupakan kelanjutan Transmigrasi Patriot tahun lalu yang telah menerjunkan dua ribu peneliti ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman mengatakan, pada tahun ini rogram tidak hanya fokus pada riset, tetapi juga pengabdian masyarakat. Iftitah mengatakan, Kementrans ingin kawasan transmigrasi berkembang melalui kehadiran generasi muda dan peneliti yang mampu membaca potensi daerah secara langsung.

“Program Transmigrasi Patriot 2026 menghadirkan SDM unggul untuk mempercepat pertumbuhan pusat ekonomi baru kawasan transmigrasi. Selain riset, tahun ini kami menambahkan pengabdian masyarakat agar manfaat program benar-benar dirasakan langsung warga,” kata Iftitah Sulaiman saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Program Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta Pusat, Minggu (17/5).

Menurutnya, tugas Kementerian Transmigrasi adalah menciptakan ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi agar masyarakat dapat berkembang secara mandiri. Iftitah menilai pertumbuhan pusat ekonomi baru membuat perpindahan penduduk berlangsung alami karena terbukanya peluang kesejahteraan masyarakat.

“Tugas Kementerian Transmigrasi menciptakan ekosistem ekonomi baru agar masyarakat kawasan transmigrasi berkembang mandiri. Jika pusat ekonomi baru tumbuh, perpindahan penduduk akan berlangsung alami karena peluang kesejahteraan masyarakat semakin terbuka,” kata dia.

Ia mengatakan kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan kini berhasil mengekspor durian ke Tiongkok setelah terhubung pasar internasional. Keberhasilan tersebut disebut meningkatkan permintaan durian sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani kawasan transmigrasi secara signifikan.

“Kawasan transmigrasi di Sulawesi Selatan kini berhasil mengekspor durian ke Tiongkok setelah terhubung pasar internasional. Keberhasilan tersebut membuktikan kawasan transmigrasi mampu berkembang pesat ketika didukung akses pasar dan sumber daya unggul,” kata Iftitah menutup. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota di Peru

21 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Hitler Mussolini Terpilih s...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.