Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenaker Antisipasi Ancaman PHK Dampak Konflik Global

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Kemenaker Antisipasi Ancaman PHK Dampak Konflik Global Doc: YouTube Kementerian Transmigrasi
Ket. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengantisipasi ancaman PHK akibat konflik global dan perang Timur Tengah yang berpotensi menekan perekonomian nasional. Langkah pencegahan dilakukan agar angka pengangguran tidak semakin meningkat di Indonesia.

“Kami terus mengantisipasi ancaman PHK akibat konflik global agar angka pengangguran nasional tidak semakin meningkat. Pemerintah menyiapkan langkah pencegahan dan perlindungan pekerja menghadapi tekanan ekonomi dampak perang Timur Tengah,” kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamen Naker) Afriansyah Noor saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Program Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta Pusat, Minggu (17/5).

Menurut dia, situasi geopolitik dunia saat ini memberi dampak terhadap seluruh negara, termasuk Indonesia. Pemerintah pun terus memantau kondisi industri nasional agar potensi PHK di berbagai sektor dapat ditekan sejak dini.

“Kita juga sekarang pada tahap kondisi global dunia dan perang. Hal ini sangat berdampak kepada semua negara termasuk Indonesia,” ujar dia.

Afriansyah mengungkapkan saat ini tingkat pengangguran di Indonesia mencapai sekitar 7,4 juta orang atau setara 4,3 persen dari total penduduk. Pemerintah memperkuat berbagai program ketenagakerjaan guna menjaga peluang kerja masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Salah satu langkah yang disiapkan adalah dengan memperluas program Magang Nasional pada 2026. Kami menaikkan kuota peserta dari sebelumnya 100 ribu orang menjadi 150 ribu orang,” ucap dia.

Selain program magang, pemerintah juga membuka pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK melalui balai latihan kerja di berbagai daerah. Program tersebut menyediakan kuota bagi 70 ribu peserta dan seluruh pelatihan diberikan secara gratis.

“Pendaftarannya di aplikasi SIAPKerja. Di situlah nanti teman-teman bisa ikut mendaftar di magang hub, kemudian juga ikut di vokasi nasional atau pelatihan vokasi nasional,” kata dia.

Afriansyah menambahkan peserta pelatihan akan menerima uang saku harian Rp20 ribu serta sertifikasi resmi negara setelah pelatihan selesai dilaksanakan. Pemerintah menilai penguatan pelatihan kerja meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjaga ketahanan ekonomi nasional menghadapi tekanan global.

“Peserta pelatihan akan memperoleh uang saku harian Rp20 ribu serta sertifikasi resmi negara setelah pelatihan selesai. Penguatan pelatihan kerja dan kualitas sumber daya manusia penting menjaga ketahanan ekonomi nasional menghadapi tekanan geopolitik global,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.