Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri KKP: Pemerintah Prioritaskan Pembenahan Hulu Sektor Perikanan

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Menteri KKP: Pemerintah Prioritaskan Pembenahan Hulu Sektor Perikanan Doc: KemenKKP
Ket. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut tantangan utama sektor perikanan saat ini bukan berada di hilir atau pasar. Melainkan pada pembenahan sektor hulu.

Karenanya, kata dia, saat ini pemerintah memprioritaskan perbaikan proses produksi, penanganan ikan. Serta penguatan ekosistem nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Hal ini disampaikan Trenggono saat mengunjungi unit pengolahan ikan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (14/5) lalu. “Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal pembenahan hulunya, maka dari itu pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui program KNMP,” kata dia.

KKP menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 kampung nelayan merah putih pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Tahun 2025 menjadi tonggak awal dengan pembangunan 100 titik, di mana 65 lokasi telah rampung 100 persen.

KKP menilai Kepulauan Riau sebagai wilayah strategis pengembangan KNMP karena karakteristik kepulauan, tingginya aktivitas perikanan. Serta kedekatan dengan jalur perdagangan internasional.

Sejumlah lokasi KNMP yang tengah dikembangkan di provinsi tersebut antara lain di Natuna dan Batam. Program KNMP mengusung konsep klaster yang menghubungkan kawasan nelayan, sentra distribusi, pelabuhan perikanan, unit pengolahan ikan, hingga pasar ekspor.

Dengan sistem ini, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani lebih baik sejak pendaratan hingga distribusi, sehingga mutu produk tetap terjaga. Trenggono menegaskan pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan memberi manfaat maksimal bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir.

“Program kampung nelayan merah putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.